Superbank Besok Mulai Penawaran Umum, Patok Harga IPO Rp 635
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), bank digital hasil kolaborasi Grup Emtek, Grab, Singtel, dan KakaoBank, siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO). Masa penawaran umum dimulai Rabu, 10 Desember 2025 hingga 15 Desember 2025, dengan harga patokan Rp 635 per saham setelah bookbuilding di kisaran Rp 525-Rp 695.
Jadwal dan Skala IPO
Emiten ini melepas 4,4 miliar saham atau 13% dari modal disetor penuh senilai nominal Rp 100, berpotensi mengumpulkan dana segar Rp 2,79 triliun. Penjatahan saham dijadwalkan 15 Desember, distribusi 16 Desember, dan pencatatan perdana 17 Desember 2025. Penjamin emisi meliputi Mandiri Sekuritas, CLSA Sekuritas Indonesia, Trimegah Sekuritas, dan Sucor Sekuritas.
Latar Belakang Superbank
Didirikan dari akuisisi Bank Fama International pada 2021, Superbank rebranding pada 2023 dengan fokus teknologi digital. Aplikasi diluncurkan Juni 2024, terintegrasi Grab dan OVO, menawarkan produk seperti OVO Nabung dengan bunga 5% per tahun.
Kinerja Keuangan
Pada semester I-2025, laba bersih mencapai Rp 20,06 miliar, balik dari rugi Rp 188,46 miliar tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih naik 171% YoY menjadi Rp 667,6 miliar, NIM 10,2%, total aset Rp 15 triliun (+122% YoY), dan DPK Rp 8,4 triliun (+748% YoY).
Rencana Penggunaan Dana
Dana IPO dialokasikan untuk:
Pengembangan sistem pembayaran digital
Infrastruktur TI dan AI & Data Analytics
Peningkatan operasional dan cybersecurity
Valuasi dinilai kompetitif dengan oversubscribed bookbuilding, menarik investor ritel mulai Rp 63.500 per lot.

