Surge (WIFI) Suntik Modal Anak Usaha Rp807 Miliar untuk Ekspansi Bisnis

 

Surge (WIFI) Suntik Modal Anak Usaha Rp807 Miliar untuk Ekspansi Bisnis

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang dikenal sebagai Surge, baru saja menyuntikkan modal sebesar Rp807 miliar ke anak usahanya melalui PT Dharma Sinar Semesta (DSS) untuk mempercepat ekspansi di sektor infrastruktur digital dan layanan internet. 

Suntikan ini menaikkan modal disetor PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) dari Rp54,95 miliar menjadi Rp862,48 miliar, dengan modal dasar melonjak hingga Rp3,4 triliun. Langkah strategis ini merupakan transaksi afiliasi internal yang dikecualikan dari regulasi POJK 42/2020, mengingat kepemilikan lebih dari 99%.​

Latar Belakang Suntikan Modal

Direktur Surge, Shannedy Ong, menekankan bahwa dana segar ini akan memperkuat lini bisnis TKP, khususnya pengembangan jaringan dan diversifikasi layanan digital. Transaksi didasarkan pada Akta PKPS No. 3 tanggal 2 Desember 2025, yang disahkan Kementerian Hukum pada 6 Desember 2025. Ini sejalan dengan komitmen Surge untuk mendominasi pasar fixed broadband di Indonesia, di mana penetrasi masih rendah dibandingkan negara ASEAN lain.​

Strategi Ekspansi Surge

Surge tidak hanya fokus pada suntikan modal, tapi juga memperluas infrastruktur melalui kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Addendum penandatanganan pada 3 Desember 2025 membuka koridor fiber optik di Sumatra, melanjutkan proyek di Jawa untuk pemerataan akses internet cepat. Presiden Direktur Yune Marketatmo optimistis langkah ini akan mendukung pendidikan, logistik, dan ekonomi digital nasional.​

Perkembangan Bisnis Terkini

Hingga September 2025, Surge mencatat 1,51 juta Home Pass dan 831.000 Home Connect pada layanan FTTH dengan take-up rate 55%, menargetkan 2,5 juta Home Pass akhir tahun. Perusahaan juga memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz untuk Fixed Wireless Access (FWA) 5G, menawarkan paket 100 Mbps seharga Rp100.000 per bulan unlimited, memanfaatkan 50.000 tower mitra seperti TBIG dan CENT. Ekspansi ini diproyeksikan menjangkau 54 juta rumah tangga potensial.​

Next Post Previous Post