Saham WIFI Melesat, Iringi Ekspansi Agresif Emiten Hashim Surge Sasar Fiber Optik di Sumatra
| (Foto Saham WIFI dari Google Finansial) |
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge milik Hashim Djojohadikusumo mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2025, didorong oleh serangkaian aksi korporasi dan ekspansi infrastruktur digital yang agresif. Pergerakan harga saham ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam memperluas jaringan fiber optik, khususnya ke Pulau Sumatra melalui sinergi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Kenaikan Performa Saham WIFI
Harga saham WIFI terus melesat year-to-date (YtD) 2025, dengan peningkatan tajam dalam enam bulan terakhir berkat sentimen positif dari suntikan modal Rp807 miliar ke anak usaha dan rencana ekspansi 2026. Faktor pendorong utama termasuk akuisisi frekuensi 1,4 GHz dan peluncuran layanan Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2 Gbps, yang memperkuat posisi kompetitif di pasar broadband. Investor merespons positif terhadap pertumbuhan Home Pass mencapai 1,51 juta pada September 2025, dengan target 2,5 juta akhir tahun.
Ekspansi Fiber Optik ke Sumatra
Surge menandatangani addendum kerja sama dengan KAI pada 3 Desember 2025 untuk membangun jaringan fiber optik sepanjang koridor rel kereta di Sumatra, melanjutkan keberhasilan proyek serupa di Jawa. Presiden Direktur Yune Marketatmo menegaskan langkah ini sebagai tonggak strategis untuk pemerataan konektivitas, mendukung pendidikan, logistik, dan ekonomi digital nasional. Proyek ini memanfaatkan infrastruktur KAI guna menyediakan akses internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat luar Jawa.
Dampak Strategis bagi Surge
Ekspansi ini selaras dengan visi Surge sebagai penyedia infrastruktur digital terintegrasi, menggabungkan serat optik, edge data center, dan last-mile access untuk menjangkau 54 juta rumah tangga potensial. Kerja sama dengan KAI tidak hanya mempercepat rollout jaringan, tapi juga mendukung transformasi digital UMKM dan layanan publik. Dengan dukungan Hashim, Surge diproyeksikan mendominasi fixed broadband di tengah penetrasi rendah di Indonesia.

