10 Saham Multibagger Indonesia 2026: Potensi Lipat Ganda Investasi Anda

10 Saham Multibagger Indonesia 2026: Potensi Lipat Ganda Investasi Anda

Saham multibagger merujuk pada emiten yang berpotensi naik berkali-kali lipat dari harga beli, didorong fundamental kuat, tren industri, dan katalis makroekonomi. Di 2026, sektor digital, energi, dan komoditas diproyeksikan mendominasi Bursa Efek Indonesia (BEI) berkat hilirisasi, digitalisasi pemerintah, dan pemulihan global. Berikut 10 saham potensial multibagger berdasarkan proyeksi analis terkini.

Sektor Digital & Data Center

DCII (DCI Indonesia) menonjol dengan lonjakan 504% year-to-date 2025, didukung ekspansi data center sejalan program pemerintah. EMTK (Elang Mahkota Teknologi) kuat di fintech dan streaming Vidio, bersaing global saat adopsi digital melonjak. CDIA (Chandra Daya Investasi) dapat melanjutkan momentum berkat dukungan konglomerat dan diversifikasi energi.

Sektor Energi & Logistik

DSSA (Dian Swastatika Sentosa) afiliasi konglomerat dengan prospek aksi korporasi dan rebalancing indeks global. BUVA dan COIN menarik perhatian investor besar, fokus energi terbarukan dan IPO segar yang stabilkan valuasi jangka panjang.

Sektor Pertambangan & Komoditas

(Foto Saham BRMS dari Google Finansial)
BMRS unggul dengan pipeline tambang panjang dan cadangan mineral, mirip MDKA atau ANTM saat komoditas naik. Grup Bakrie (seperti saham terkait) direkomendasikan anak Menkeu untuk cuan besar 2026, ditopang hilirisasi mineral.

Saham

Sektor Utama

Katalis 2026

Potensi Return

DCII

Data Center

Ekspansi digital

>200%

EMTK

Fintech/Media

Streaming growth

>150%

CDIA

Energi

Konglomerat backing

>300%

DSSA

Konglomerat

Aksi korporasi

>250%

BMRS

Tambang

Komoditas rally

>400%

BUVA

Energi/Logistik

Investor besar

>200%

COIN

IPO Baru

Stabilitas energi

>150%

Strategi Investasi

Pilih saham dengan owner aktif dan sejalan megatrend seperti energi hijau serta ekonomi digital untuk minimalkan risiko. Pantau valuasi tinggi pasca-2025, diversifikasi portofolio, dan hold jangka panjang 3-5 tahun. Risiko inflasi dan geopolitik tetap ada, lakukan riset mandiri sebelum beli.

 

Next Post Previous Post