7 Penyebab Utama IndiHome Error: Kemungkinan Gangguan Kabel Bawah Laut

7 Penyebab Utama IndiHome Error: Kemungkinan Gangguan Kabel Bawah Laut

IndiHome, layanan internet fiber optik dari Telkom Indonesia, sering mengalami error atau gangguan yang memengaruhi jutaan pelanggan di seluruh negeri. Salah satu penyebab utama adalah kerusakan pada kabel bawah laut, yang menjadi tulang punggung konektivitas data internasional dan antar-pulau di Indonesia sebagai negara kepulauan. 

Berikut penjelasan lebih panjang dan mendalam mengenai 7 penyebab utama IndiHome error akibat kemungkinan gangguan kabel bawah laut, berdasarkan kasus historis seperti gangguan JaSuKa pada 2021.

Baca Juga: IndiHome Eror? Ini 5 Langkah Mudah yang Bisa Dilakukan

Aktivitas Perikanan Komersial

Nelayan komersial sering menjadi biang kerok utama dengan jaringan pukat atau trawl mereka yang menyeret dasar laut, memotong kabel fiber optik di perairan dangkal. Di Indonesia, ruas kabel seperti Batam-Pontianak atau Jawa-Sumatera sangat rentan karena banyak nelayan beroperasi tanpa deteksi zona kabel. Dampaknya, layanan IndiHome mati total di wilayah tertentu hingga perbaikan memakan waktu berminggu-minggu, memaksa Telkom merutekan ulang trafik melalui jalur alternatif.

Jangkar Kapal dan Lalu Lintas Maritim

Kapal kargo atau tanker yang menjatuhkan jangkar secara acak di jalur pelayaran padat seperti Selat Malaka sering merusak kabel. Jangkar dengan bobot ratusan ton dapat menggali dasar laut hingga kedalaman 1-2 meter, memutus kabel yang hanya terkubur 1-3 meter. Pada insiden JaSuKa, ini menyebabkan IndiHome dan Telkomsel down secara nasional, dengan pemulihan memerlukan kapal khusus dan penyelaman robotik.

Human Error Operator

Kesalahan manusia, seperti pekerja kabel laut yang salah menempatkan peralatan atau kapten kapal mengabaikan peta zona kabel, memperburuk situasi. Operator sering kali kurang koordinasi dengan otoritas maritim, sehingga aktivitas rutin seperti pemeliharaan berubah menjadi bencana. Contohnya, saat penggalian dasar laut tanpa izin, IndiHome mengalami latensi tinggi dan packet loss hingga 80% di wilayah terdampak.

Sabotase atau Vandalisme

Meski jarang, aksi sabotase oleh kelompok terorganisir atau vandalisme politik dapat sengaja memotong kabel untuk mengganggu komunikasi nasional. Di negara-negara tetangga, kasus serupa pernah dilaporkan, dan di Indonesia, spekulasi ini muncul saat gangguan masif. Telkom biasanya meningkatkan pengawasan dengan sensor bawah laut, tapi kerusakan tetap memerlukan investigasi forensik panjang.

Bencana Alam Seismik

Indonesia sebagai cincin api Pasifik rawan gempa bumi dan tsunami yang memicu longsor dasar laut, menggeser atau mematahkan kabel. Getaran magnitude 6+ dapat merusak lapisan pelindung kabel polyethylene, menyebabkan IndiHome error di pulau-pulau timur seperti Papua atau Maluku. Pemulihan melibatkan pemantauan geofisika dan jalur cadangan satelit sementara.

Perubahan Arus dan Erosi Laut

Arus laut kuat, terutama musim monsun, menyebabkan erosi sedimen dan mengungkap kabel yang kemudian tergesek batu karang atau pasir bergerak. Di perairan dalam seperti Laut Jawa, ini mempercepat keausan, mengakibatkan degradasi sinyal secara bertahap sebelum putus total. Telkom menggunakan desain kabel dengan lapisan baja anti-erosi, tapi alam tetap tak terduga.

Penuaan Infrastruktur dan Korosi

Kabel bawah laut IndiHome seperti JaSuKa dirancang bertahan 25 tahun, tapi air asin korosif dan tekanan tinggi mempercepat degradasi. Setelah satu dekade, isolasi fiber optik retak, menyebabkan atenuasi sinyal dan error frekuent. Saat ini (2026), banyak kabel era 2000-an mendekati akhir umur pakai, memaksa investasi rerouting seperti SeaMeWe atau Apricot cables.

Untuk mengatasi, pelanggan IndiHome disarankan cek status gangguan via aplikasi MyIndiHome atau hubungi 147, sementara Telkom terus ekspansi jalur redundant untuk minimalkan dampak.

 

Next Post Previous Post