China Ngebut: Jaringan Kereta Cepat Direncanakan Capai 60.000 Km

 

China Ngebut: Jaringan Kereta Cepat Direncanakan Capai 60.000 Km

China kembali memamerkan ambisi infrastrukturnya yang tak tertandingi. Pemerintah Negeri Tirai Bambu berencana memperluas jaringan kereta cepat (high-speed rail/HSR) hingga mencapai 60.000 kilometer pada akhir dekade ini. Rencana ambisius ini diumumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang 2021-2035, menandai lompatan besar dari jaringan saat ini yang sudah mencapai 45.000 km per 2025.

Menurut Kementerian Perhubungan China, ekspansi ini akan mencakup jalur baru di wilayah barat dan utara yang terpencil, seperti Xinjiang dan Tibet. "Kami ingin menghubungkan setiap sudut negeri dengan kecepatan kilat," ujar pejabat senior dalam konferensi pers baru-baru ini. Target 60.000 km ini setara dengan keliling Bumi satu setengah kali, mengalahkan total rel kereta cepat seluruh dunia yang hanya sekitar 50.000 km.

Sejarah Kilat Perkembangan HSR China

China memulai proyek HSR modern pada 2008, pasca Olimpiade Beijing. Dari nol, jaringan ini meledak menjadi yang terpanjang di dunia hanya dalam 15 tahun. Beberapa pencapaian ikonik:

Beijing-Shanghai HSR (1.318 km): Diluncurkan 2011, kecepatan hingga 350 km/jam, angkut 200 juta penumpang per tahun.

Jalur terpanjang dunia: Beijing-Guangzhou (2.298 km), selesai 2012.

Pada 2025, HSR China sudah melayani 2,3 miliar penumpang tahunan, setara populasi dunia sepertiga.

Teknologi andalan seperti kereta Fuxing CR400 (kecepatan 350 km/jam) dan prototipe Maglev 600 km/jam jadi tulang punggung. Biaya pembangunan? Sekitar Rp 200 triliun untuk fase baru, didanai utang negara dan investasi swasta.

Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Ekspansi ini bukan sekadar prestise. China proyeksikan peningkatan PDB 1-2% per tahun dari konektivitas lebih baik. Daerah pedalaman seperti Sichuan dan Gansu diprediksi banjir investasi pariwisata dan industri.

Aspek

Saat Ini (2025)

Target 2035

Panjang Jaringan

45.000 km

60.000 km

Penumpang Tahunan

2,3 miliar

3,5 miliar

Kecepatan Maks

350 km/jam

600 km/jam (Maglev)

Kontribusi Ekonomi

3% PDB

5% PDB


Namun, kritik muncul soal lingkungan. Pembangunan masif ini konsumsi semen dan energi tinggi, meski China klaim 90% listrik HSR dari sumber hijau. Hutang infrastruktur nasional juga membengkak hingga 300% PDB.

Tantangan dan Peluang bagi Indonesia

Bagi Indonesia, ini jadi pelajaran berharga. Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang terhambat baru capai 142 km dengan biaya membengkak. China tawarkan kerjasama via Belt and Road Initiative (BRI), termasuk potensi jalur Trans-Sulawesi.

Next Post Previous Post