Daftar Lengkap Calon IPO Jumbo 2026: Siapkah Portofolio Anda?
Pasar saham Indonesia diproyeksikan menyambut gelombang IPO jumbo di 2026, dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan hingga 50 emiten baru, termasuk enam perusahaan mercusuar beraset raksasa dari konglomerat ternama.
Saat ini, tujuh perusahaan masih mengantre IPO resmi per 15 Januari 2026, mayoritas beraset di atas Rp250 miliar dari sektor energi, keuangan, hingga teknologi. Antisipasi pasar semakin panas dengan bocoran sembilan calon jumbo lain dari grup tycoon, menjadikan 2026 sebagai tahun krusial untuk mengoptimalkan portofolio investasi Anda.
Pipeline Resmi BEI
BEI mengonfirmasi tujuh emiten dalam daftar tunggu IPO per pertengahan Januari 2026, diklasifikasikan berdasarkan ukuran aset sesuai POJK 53/POJK.04/2017.
Lima perusahaan jumbo (aset >Rp250 miliar) mencakup sektor bahan baku, energi, keuangan, industri, teknologi, serta transportasi/logistik.
Satu emiten menengah (aset Rp50-250 miliar) dan satu kecil (<Rp50 miliar).
Belum ada pencatatan baru hingga pertengahan Januari, tetapi dua perusahaan mercusuar direncanakan debut di kuartal I 2026.
Calon IPO Jumbo yang Dirumorkan
Media sosial dan laporan menyebut sembilan prospek unggulan dari grup konglomerat, meski belum semuanya masuk hitungan resmi BEI terkini.
|
Perusahaan |
Pemilik/Grup |
Sektor/Catatan |
|
NEO Energy |
Handoko A. Tanuadjii |
Energi |
|
Titan Infra Sejahtera |
Keluarga Kalla |
Infrastruktur |
|
Bank Jakarta |
Pemprov Jakarta |
Keuangan |
|
Griya Idola |
Prajogo Pangestu |
Properti |
|
Vidio |
Emtek Group |
Teknologi/media |
|
Medco Power |
Medco Group |
Listrik/energi |
|
Anak Usaha RAJA |
Happy Hapsoro |
Barang konsumen |
|
Orang Tua Group |
Keluarga Djojonegoro |
Barang konsumsi pokok |
|
Blu BCA |
Grup Djarum |
Keuangan |
Strategi Siapkan Portofolio
Diversifikasi ke sektor energi dan keuangan yang selaras dengan calon IPO ini, pantau pengajuan pre-efektif untuk sinyal harga. Utamakan emiten dengan dukungan induk kuat demi stabilitas, tapi nilai valuasi terhadap tren IHSG—alokasikan 10-20% untuk pick berpotensi tinggi. Periksa update BEI mingguan karena pipeline cepat berubah di awal 2026, sambil pertimbangkan risiko volatilitas pasca-IPO.
Prospek Pasar 2026
Bos BEI optimis 50 IPO terealisasi, didorong kondisi makro membaik dan minat investor asing. Fokus pada emiten berkualitas tinggi untuk lindungi portofolio dari gejolak global, seperti fluktuasi harga komoditas. Sebagai investor di Medan yang aktif pantau IHSG dan kripto, sesuaikan dengan promo bank digital seperti BRImo untuk efisiensi dana IPO.

