Danantara Dirikan BUMN Baru Perusahaan Mineral Nasional (Perminas)
Latar Belakang Pendirian
Pembentukan Perminas dilakukan pada 25 November 2025 oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dengan modal awal Rp11 miliar langsung dari Danantara. Berbeda dari holding tambang existing seperti MIND ID, Perminas beroperasi independen di bawah Danantara untuk fokus pada tambang terlantar atau bermasalah yang berpotensi sebabkan bencana lingkungan, seperti banjir di Martabe.
Ini bagian dari strategi pemerintah Jokowi-Prabowo transisi untuk maksimalkan sumber daya mineral Indonesia, negara kaya nikel, emas, dan tembaga. COO Danantara Dony Oskaria konfirmasi rencana ini pada 28-29 Januari 2026.
Tujuan dan Ruang Lingkup
Perminas bertugas kelola tambang mineral dan pengolahan logam, mulai dari akuisisi Martabe (produksi emas terbesar di luar Jawa). Istana klarifikasi bahwa bukan hanya Martabe, tapi banyak tambang lain akan diambil alih untuk cegah degradasi lingkungan dan tingkatkan kontribusi BUMN ke APBN.
Manfaat bagi Indonesia:
Tingkatkan penguasaan aset mineral nasional dari swasta asing.
Cegah tambang jadi sumber bencana (contoh: longsor hutan akibat eksploitasi ilegal).
Dorong hilirisasi mineral untuk industri baterai EV dan ekspor produk jadi.
Dampak Ekonomi dan Tantangan
|
Aspek |
Detail |
|
Modal Awal |
Rp11 miliar dari Danantara |
|
Lokasi Kantor |
Wisma Danantara, Jl. Gatot Subroto, Jakarta |
|
Target Utama |
Tambang Martabe (emas), plus tambang lain di luar Jawa |
|
Risiko |
Tantangan operasional takeover, regulasi lingkungan ketat |

