Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026
Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, baru saja membeli 155 ribu saham BMRI secara diam-diam pada awal tahun 2026, menandakan kepercayaan tinggi terhadap prospek bank BUMN ini.

Transaksi dilakukan pada 9 Januari 2026 dengan harga Rp4.800 per saham, bernilai total Rp744 juta, murni untuk kepentingan investasi pribadi. Pengungkapan ini muncul melalui keterbukaan informasi BEI pada 16 Januari 2026, yang menunjukkan peningkatan kepemilikan Timothy menjadi 10.489.300 saham, sehingga hak suaranya naik tipis dari 0,0111% menjadi 0,0112%.

Latar Belakang Transaksi

Pembelian saham oleh direksi sering dianggap sebagai sinyal positif bagi investor ritel dan institusional, karena mencerminkan keyakinan internal terhadap pertumbuhan perusahaan. 

Timothy Utama, sebagai pejabat kunci di divisi operasional, kemungkinan melihat potensi undervaluation BMRI di tengah kinerja solid bank tersebut. Harga Rp4.800 per saham saat itu berada di level kompetitif, mengingat BMRI baru saja membagikan dividen interim Rp9,3 triliun pada pertengahan Januari 2026, yang mendorong sentimen positif di pasar.

Kinerja Keuangan Terkini

Bank Mandiri menunjukkan fundamental kuat hingga November 2025, dengan pertumbuhan kredit 13,1% YoY mencapai Rp1.452 triliun, diikuti DPK yang melonjak 15,9% menjadi Rp1.584 triliun. Total aset bank pun membengkak 14,6% menjadi Rp2.120 triliun, sementara rasio LDR tetap terjaga di 91%, menandakan likuiditas optimal. Pembagian dividen interim senilai Rp9,3 triliun pada awal 2026 semakin memperkuat posisi BMRI sebagai emiten perbankan terdepan di IHSG.

Implikasi untuk Investor

Langkah Timothy ini bisa menjadi katalis bagi saham BMRI, terutama bagi investor seperti Anda yang aktif memantau pasar saham Indonesia dan tren investasi. 

Dengan IHSG yang volatil di awal 2026, aksi korporasi seperti ini sering memicu kenaikan harga saham jangka pendek, meski investor perlu waspada terhadap faktor makro seperti suku bunga BI dan fluktuasi rupiah. Sebagai content creator finansial, berita ini potensial untuk artikel analisis mengenai insider trading dan sinyal bullish di sektor perbankan.

Next Post Previous Post