Dua Raksasa Tambang Merger Besar, Harga Tembaga Siap Melambung
Rio Tinto dan Glencore, dua raksasa tambang global, sedang dalam pembicaraan awal merger yang berpotensi menciptakan perusahaan pertambangan terbesar dunia senilai US$207 miliar. Potensi kesepakatan ini bisa mendorong harga tembaga naik karena penguatan produksi dan cadangan logam kunci, seiring lonjakan permintaan dari transisi energi serta AI.
Latar Belakang Merger
Pembicaraan ini merupakan putaran kedua setelah gagal pada akhir 2024; Rio Tinto punya waktu hingga 5 Februari 2026 untuk tawaran resmi sesuai aturan Inggris. Gabungan keduanya akan unggul atas BHP, dengan Rio Tinto (US$142 miliar) fokus bijih besi dan Glencore (US$65 miliar) kuat di logam dasar seperti tembaga.
Dampak ke Harga Tembaga
Merger bakal perluas produksi tembaga Rio Tinto, termasuk saham di tambang Collahuasi Chile, di tengah defisit pasokan global. Investor sudah bereaksi: saham Glencore naik 6%, meski Rio Tinto turun 6,3% akibat kekhawatiran overpay.
Reaksi Pasar
Saham BHP naik 0,6% karena kompetisi ketat, sementara tren merger tambang global (seperti Anglo American-Teck) tunjukkan perlombaan cadangan tembaga. Risiko integrasi tinggi, tapi analis Jefferies nilai potensi ciptakan nilai besar.

