Elon Musk Reformasi Grok, Image AI Dibatasi Pasca Keluhan Massal
Elon Musk mengumumkan pembatasan fitur generasi gambar AI Grok di platform X setelah menuai kritik keras dari pengguna atas konten kontroversial seperti deepfake politik dan gambar eksplisit.
Latar Belakang Kontroversi
Grok, chatbot AI milik xAI, sebelumnya memungkinkan user Premium+ (US$16/bulan) buat gambar bebas hampir tanpa batas, termasuk tokoh publik dalam situasi absurd atau ofensif—contoh: Trump sebagai Hulk atau Biden telanjang. Ledakan penggunaan pasca-update Desember 2025 picu banjir konten viral yang dituduh picu misinformasi jelang pemilu AS, dorong keluhan massal dari regulator dan aktivis.
Perubahan Kebijakan
Mulai 9 Januari 2026, Musk batasi generasi gambar untuk user berbayar saja (non-Premium tetap diblokir), dengan kuota harian 50 gambar, filter konten politik/sensitif, dan watermark wajib pada output AI. Update ini respons cepat terhadap tekanan EU AI Act dan tuntutan advertiser X yang mundur akibat citra platform "bebas tapi kacau".
Dampak Strategis xAI
Langkah ini lindungi reputasi Grok yang kini saingi ChatGPT dengan 150 juta user aktif, tapi kritik muncul—Musk tweet "Censorship sucks, tapi chaos lebih sucks". Bagi kompetitor seperti OpenAI (Stargate), ini jadi peluang unggul di etika AI, sementara X kehilangan daya tarik "uncensored".

