Revolusi Coding AI: DeepSeek Luncurkan Model Baru Feb 2026
DeepSeek, perusahaan AI asal China, berencana meluncurkan model bahasa besar (LLM) baru yang difokuskan pada coding pada Februari 2026, menandai langkah agresif untuk menyaingi tools seperti GitHub Copilot dari Microsoft dan Cursor AI.
Model ini dikembangkan berdasarkan arsitektur efisien DeepSeek-V3 yang open-source, menjanjikan kecepatan inferensi 5x lebih cepat dan akurasi 20% lebih tinggi pada tugas debugging serta code generation dibanding pendahulunya.
Fitur Utama Model Baru
Model ini akan mendukung 100+ bahasa pemrograman termasuk Python, JavaScript, Rust, dan Go, dengan kemampuan kontekstual hingga 1 juta token, ideal untuk proyek enterprise besar. Fitur standout meliputi auto-debugging real-time, integrasi Git langsung, dan generasi unit test otomatis, semuanya gratis via API open-weight untuk developer independen.
Latar Belakang dan Kompetisi
DeepSeek naik daun sejak V2 (2025) yang kalahkan Llama 3 di benchmark coding, didukung dana US$500 juta dari High-Flyer. Peluncuran Februari ini respons terhadap dominasi OpenAI o1 dan Grok-2 di coding AI, plus tekanan geopolitik AS-China di chip Nvidia. Sebagai open-source, model ini potensial disrupsi pasar berbayar senilai US$10 miliar.
Prospek Masa Depan
Dengan rencana iterasi bulanan pasca-launch, DeepSeek incar 30% pangsa coding AI global di 2026, dorong tren "China AI stack" untuk startup.

