Lerzin Obat Alergi Populer: Dosis, Efek Samping, dan Kegunaannya
Lerzin merupakan obat antihistamin generik yang sangat populer di Indonesia untuk mengatasi berbagai gejala alergi ringan hingga sedang, terutama karena kandungannya cetirizine dihydrochloride yang bekerja menghambat histamin H1.
Obat ini diproduksi oleh berbagai perusahaan farmasi lokal seperti Sanbe Farma atau Otto Pharmaceutical dan tersedia dalam bentuk tablet 10 mg, sirup 5 mg/5 ml, serta kapsul larut cepat, membuatnya mudah diakses di apotek seperti K-24 atau melalui platform online. Efeknya mulai terasa dalam 20-60 menit setelah dikonsumsi dan bertahan hingga 24 jam, sehingga cocok untuk penggunaan harian pada alergi musiman atau kronis.
Kegunaan Lengkap
Lerzin dirancang khusus untuk meredakan gejala alergi yang disebabkan oleh paparan debu, serbuk sari, bulu hewan, makanan tertentu, atau alergen lainnya. Kegunaan utamanya mencakup:
Rhinitis alergi: mengurangi bersin-bersin, hidung meler, tersumbat, dan gatal hidung.
Urtikaria (biduran): menghilangkan gatal, kemerahan, dan bengkak pada kulit.
Konjungtivitis alergi: meredakan mata merah, berair, dan gatal.
Dermatitis alergi atau gatal-gatal pada tenggorokan dan kulit lainnya.
Selain itu, Lerzin sering direkomendasikan untuk pilek alergi, gigitan serangga, atau reaksi ringan pasca-vaksinasi, meski tidak untuk infeksi virus atau bakteri.
Dosis dan Aturan Pakai
Dosis Lerzin harus disesuaikan dengan usia, berat badan, dan tingkat keparahan gejala, selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk menghindari kesalahan. Berikut panduan umum:
|
Kelompok Usia |
Bentuk Obat |
Dosis Harian |
Catatan |
|
Dewasa & anak >12 tahun |
Tablet/kapsul 10 mg |
10 mg (1 tablet) sekali sehari |
Maksimal 1x/hari, diminum malam hari jika menyebabkan kantuk. |
|
Anak 6-12 tahun |
Tablet 10 mg atau sirup |
5-10 mg/hari (½-1 tablet atau 5-10 ml sirup), bagi 1-2 kali |
Sesuaikan berat badan: 0,25 mg/kgBB. |
|
Anak 2-6 tahun |
Sirup 5 mg/5 ml |
2,5-5 mg/hari (2,5-5 ml), bagi 1-2 kali |
Hanya untuk gejala ringan; pantau efek samping. |
|
Anak <2 tahun |
- |
Tidak dianjurkan |
Hindari kecuali resep dokter. |
Minum dengan air putih, bisa bersamaan atau tanpa makanan. Jangan hentikan mendadak jika digunakan lama; kurangi secara bertahap. Overdosis bisa menyebabkan pusing ekstrem, tremor, atau detak jantung cepat—segera ke IGD.
Efek Samping dan Kontraindikasi
Sebagian besar pengguna mengalami efek samping ringan yang hilang sendiri dalam beberapa hari, tapi waspadai tanda bahaya. Efek umum:
Kantuk ringan (10-14% kasus), mulut kering, sakit kepala, atau kelelahan.
Gangguan pencernaan seperti mual, diare, atau sakit perut.
Efek serius (jarang, <2%): halusinasi, tremor, urine susah keluar, atau reaksi alergi seperti ruam parah dan sesak napas—hentikan pemakaian dan cari medis darurat. Hindari jika alergi cetirizine, sedang hamil/menyusui (kategori B, konsultasi dokter), gangguan ginjal berat, atau epilepsi. Jangan dikombinasikan dengan alkohol, obat penenang, atau antihistamin lain karena meningkatkan kantuk.
Tips Penggunaan Aman
Untuk hasil optimal, gunakan Lerzin sebagai terapi pendukung dengan menghindari pemicu alergi seperti membersihkan rumah secara rutin atau menggunakan masker. Simpan di tempat sejuk kering jauh dari jangkauan anak, masa kedaluwarsa biasanya 2-3 tahun.
Harga di Indonesia sekitar Rp5.000-15.000 per strip (tergantung bentuk dan merek), tersedia bebas tapi baca petunjuk atau tanya apoteker. Jika gejala tak kunjung reda setelah 3-5 hari, periksa ke dokter untuk kemungkinan kondisi lain seperti asma alergi.

