Nexium: Obat Apa, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Nexium: Obat Apa, Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Nexium adalah obat keras berbahan aktif esomeprazole magnesium, yang termasuk golongan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengurangi produksi asam lambung secara efektif.

Apa Itu Nexium

Nexium bekerja dengan menghambat enzim pompa proton di dinding lambung, sehingga kadar asam HCl menurun drastis hingga 99% setelah dosis berulang. Tersedia dalam bentuk tablet MUPS (multiple unit pellet system) 20 mg atau 40 mg yang larut cepat di mulut tanpa dikunyah, serta injeksi untuk kasus hospitalisasi. Di Indonesia, Nexium memerlukan resep dokter dan sering direkomendasikan untuk kondisi kronis pencernaan.

Manfaat Utama

Obat ini efektif mengobati gastroesophageal reflux disease (GERD) dengan gejala seperti heartburn dan regurgitasi, menyembuhkan erosif esophagitis, mencegah ulkus lambung akibat NSAID seperti aspirin atau ibuprofen, serta eradikasi Helicobacter pylori bila dikombinasikan dengan amoxicillin dan clarithromycin. Nexium juga digunakan untuk sindrom Zollinger-Ellison yang menyebabkan hiperasiditas lambung, serta pencegahan perdarahan saluran cerna atas pada pasien berisiko tinggi.

Dosis dan Aturan Pakai

Untuk dewasa dengan GERD atau erosif esophagitis, dosis awal 40 mg sekali sehari selama 4-8 minggu, lalu pemeliharaan 20 mg; diminum 30-60 menit sebelum sarapan untuk penyerapan optimal. Pada tukak duodenum akibat H. pylori, 20 mg dua kali sehari selama 7-10 hari bersama antibiotik. Anak usia 12-17 tahun: 20-40 mg/hari; bayi di atas 1 bulan disesuaikan berat badan (2,5-10 mg). Jangan hentikan pengobatan mendadak; kurangi dosis bertahap. Selalu konsultasikan dokter untuk penyesuaian, terutama pada lansia atau gangguan hati.

Efek Samping

Efek samping umum (1-10%) mencakup sakit kepala, diare, mual, mulas, nyeri perut, atau konstipasi yang biasanya hilang sendiri. Efek jarang tapi serius (<1%) seperti ruam kulit, patah tulang pada penggunaan >1 tahun, defisiensi vitamin B12/magnesium, infeksi Clostridium difficile, atau pneumonia. Gejala alergi seperti bengkak wajah atau sesak napas memerlukan penanganan darurat. Hindari penggunaan >8 minggu tanpa pengawasan medis.

Peringatan dan Interaksi

Tidak boleh digunakan pada hipersensitivitas esomeprazole atau pasien sedang hamil/menyusui kecuali manfaat melebihi risiko. Interaksi dengan warfarin, diazepam, atau clopidogrel dapat meningkatkan efeknya; hindari antasida 30 menit sebelum/sesudah. Pantau fungsi ginjal/hati pada pemakaian jangka panjang. Simpan di suhu <30°C jauh dari cahaya.

 

Next Post Previous Post