Eskalasi Pasca-Gencatan Senjata: Serangan Israel di Selatan Lebanon
Israel telah melancarkan serangan udara berulang di Lebanon selatan sejak gencatan senjata pada akhir 2024, yang dimaksudkan mengakhiri konflik dengan Hizbullah. Serangan-serangan ini sering diklaim sebagai respons terhadap upaya Hizbullah membangun kembali infrastruktur militernya, meskipun kesepakatan mengharuskan penarikan pasukan dan pelucutan senjata di selatan Sungai Litani.
Serangan Terkini
Pada awal Januari 2026, Israel menargetkan wilayah Lebanon timur dan selatan, termasuk serangan udara pada 5 Januari yang memicu eskalasi baru di tengah pemantauan gencatan senjata yang rapuh. Laporan PBB mencatat setidaknya 127 warga sipil tewas sejak gencatan senjata, dengan tuduhan potensi kejahatan perang.
Klaim dan Respons
Israel mempertahankan posisi di beberapa titik perbatasan strategis sambil meningkatkan serangan untuk mencegah ancaman Hizbullah, sementara Lebanon menghadapi tekanan AS untuk melucuti kelompok tersebut. Pembicaraan langsung pertama dalam dekade terakhir gagal mencegah pelanggaran, dengan serangan berlanjut hingga 10 Januari 2026.
Dampak Kemanusiaan
Korban sipil terus bertambah, dengan evakuasi di desa-desa seperti Mjadel dan Baraachit akibat peringatan Israel via media sosial. Komunitas internasional mengutuk eskalasi ini sebagai ancaman terhadap stabilitas regional.

