RI-Pakistan Percepat CEPA 2027: Sawit Jadi Andalan Ekspor
Indonesia dan Pakistan mendorong percepatan Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan target rampung 2027. Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti menyampaikan hal ini dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Pakistan Jam Kamal Khan di Karachi pada 9 Januari 2026, sela-sela Pakistan Edible Oil Conference ke-8. Usulan negosiasi teknis dimulai awal 2026, memanfaatkan kemajuan IP-TIGA sebagai fondasi.
Peran Minyak Sawit
Minyak sawit tetap jadi andalan ekspor RI ke Pakistan, destinasi ketiga terbesar dengan nilai US$2,77 miliar pada 2024 atau 12% dari total ekspor sawit RI. Pertemuan ini hasilkan MoU Joint Trade Committee (JTC) untuk tingkatkan perdagangan bilateral, promosi dagang, dan atasi hambatan sawit. Nilai perdagangan bilateral 2024 capai US$4,1 miliar, naik 24% yoy, dengan surplus dagang RI.
Latar Belakang dan Prospek
Ini tindak lanjut kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan Desember 2025 yang hasilkan kesepakatan strategis. Indonesia apresiasi operasionalisasi D-8 PTA oleh Pakistan sejak Januari 2025, prioritas saat RI ketua D-8 2026-2027. CEPA diharapkan perkuat integrasi barang, jasa, dan investasi berkelanjutan, dorong UMKM dan sektor agribisnis.

