Harga Emas Dunia Minggu Ini (4 Januari 2026): Naik Tajam ke Rp1,8 Juta per Gram?
Harga emas dunia memasuki minggu baru dengan tren kenaikan yang signifikan, mencapai sekitar USD 4.330 per troy ons pada awal Januari 2026. Meski belum tembus Rp1,8 juta per gram secara konsisten, fluktuasi bullish ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global dan permintaan bank sentral.
Tren Harga Terkini
Pada 4 Januari 2026 pukul 06:56 WIB, harga emas spot dunia berada di USD 4.329,6 per troy ons, turun tipis 0,26% dari hari sebelumnya setelah sempat menyentuh high harian USD 4.414,8. Dalam sepekan terakhir, emas naik sekitar 3% dari level akhir Desember 2025 (USD 4.317), didorong inflasi AS dan kebijakan moneter longgar. Konversi ke rupiah (kurs Rp16.200/USD) setara Rp1,51 juta per gram, mendekati ambang psikologis tapi belum capai Rp1,8 juta.
Perbandingan dengan Emas Antam
Harga emas Antam stabil di Rp2,488 juta (jual) dan Rp2,347 juta (buyback) per gram per 1-3 Januari, dengan selisih Rp141.000. Emas dunia lebih murah karena faktor premium lokal, tapi tren global bisa dorong Antam ke Rp2,6 juta minggu ini jika USD 4.400 tercapai.
|
Aspek |
Emas Dunia (4 Jan) |
Emas Antam (3 Jan) |
|
Harga Jual |
USD 4.330/ons (Rp1,51 jt/g) |
Rp2.488.000/g |
|
Perubahan Mingguan |
+3% |
Stabil [-Rp13.000] |
|
Proyeksi Akhir Minggu |
USD 4.400-4.500 |
Rp2.55 jt/g |
Faktor Pendorong Kenaikan
Ketidakpastian geopolitik AS pasca-reeleksi Trump dan prediksi bank seperti Goldman Sachs (USD 4.900/ons akhir 2026) jadi katalis utama. Investor ritel Indonesia ramai beli emas digital Treasury (Rp2,424 juta/g, turun tipis), sementara perhiasan 24K lokal Rp1,35-1,45 juta/g.
Saran Investasi
Beli emas fisik atau digital saat koreksi di bawah USD 4.300 untuk cuan jangka pendek, tapi waspadai profit-taking jika Fed sinyal kenaikan suku bunga. Pantau update harian via Logam Mulia atau Pegadaian untuk timing tepat.

