Harga Emas Global Meledak, Proyeksi Rp5 Juta/Gram di 2030?
Harga emas global memang sedang melonjak tajam, mencapai rekor baru di atas US$4.900 per troy ons saat ini, didorong oleh ketegangan geopolitik, kebijakan moneter longgar, dan aksi beli bank sentral. Proyeksi Rp5 juta per gram di Indonesia pada 2030 sangat mungkin terjadi jika harga global tembus US$10.000 per troy ons, seperti diprediksi ekonom Hans Kwee berdasarkan analisis dari Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank.
Harga Terkini
Harga emas Antam di Indonesia baru saja pecah rekor di Rp2,917 juta per gram pada 26 Januari 2026, naik Rp30.000 dari hari sebelumnya. Secara global, spot price sekitar US$4.922 per troy ons atau Rp2,66 juta per gram (kurs Rp16.838). Lonjakan ini dipicu oleh ekspektasi kebijakan Trump yang memicu perang dagang dan pelemahan dolar AS.
Proyeksi 2030
Ekonom Hans Kwee memproyeksikan emas global capai US$10.000 per troy ons (31,1 gram) di 2030, setara US$321,5 per gram. Dengan kurs Rp16.800, ini berarti Rp5,4 juta per gram di Indonesia—bisa lebih tinggi jika rupiah melemah. Untuk 2026 saja, target global US$5.400 per troy ons, menandakan tren naik berkelanjutan.
Faktor Pendorong
Geopolitik dan ekonomi: Perlambatan global, pembelian bank sentral, dan de-dolarisasi mendorong safe-haven demand.
Kebijakan AS: Inaugurasi Trump Januari 2025 tingkatkan ketidakpastian perdagangan.
Historis: Kenaikan 20% diprediksi lembaga top, dari level saat ini.
|
Asumsi |
Harga Global (US$/troy
ons) |
Harga IDR/Gram (kurs
Rp16.800) |
|
Saat Ini |
4.922 |
Rp2,66 juta |
|
2026 Target |
5.400 |
Rp2,91 juta |
|
2030 Proyeksi |
10.000 |
Rp5,4 juta |

