Harga Saham Emas Melonjak Tajam di Tengah Gelombang Jual Beli Saham

Harga Saham Emas Melonjak Tajam di Tengah Gelombang Jual Beli Saham
(Foto Saham Merdeka Gold dari Google Finansial)
Harga emas dunia memang sedang melonjak tajam, mencapai rekor tertinggi di atas US$5.100 per ons pada 26 Januari 2026, di tengah volatilitas pasar saham global. Kenaikan ini didorong oleh gelombang jual beli saham yang memicu investor beralih ke aset safe haven seperti emas, ditambah ketegangan geopolitik dan ancaman tarif dagang dari Presiden Trump terhadap Kanada.

Pemicu Utama

Permintaan swasta melonjak, dengan Goldman Sachs merevisi target harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per ons akibat FOMO investor.

Harga emas naik hampir 18% sejak awal 2026, setelah 64% sepanjang 2025, didukung penurunan suku bunga Fed dan pembelian bank sentral.

Geopolitik seperti konflik Eropa Timur, Timur Tengah, dan Selat Taiwan memperkuat tren bullish.

Dampak Saham Emas

Saham emiten emas di Indonesia seperti HRTA ikut berkilau mengikuti harga emas spot yang mendekati ATH US$4.166 lebih awal, meski kini lebih tinggi lagi. Investor ritel disarankan pantau IHSG untuk peluang diversifikasi, tapi volatilitas tetap tinggi akibat aksi ambil untung.

Prospek 2026

Prediksi WGC dan WalletInvestor menunjukkan kenaikan 5-30% lagi, potensial hingga US$6.174 jika inflasi naik dan dolar AS melemah. Untuk trader Indonesia, pantau Antam dan BEI untuk peluang jual beli terkini.

 

Next Post Previous Post