Harga Minyak Bakal Meledak? Presiden Trump Tangkap Maduro, Pasar Global Panas
Skenario gila yang selama ini hanya jadi bahan spekulasi kini mendekati kenyataan: Presiden AS Donald Trump dikabarkan berencana "menangkap" Presiden Venezuela Nicolás Maduro.
Langkah ekstrem ini bisa memicu gejolak besar di pasar minyak dunia, dengan harga Brent crude yang kini mengembalikan di kisaran $75 per barel berpotensi melonjak hingga $100 atau lebih. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana investor Indonesia harus bersiap?
Latar Belakang Drama Trump-Maduro
Hubungan AS-Venezuela sudah lama tegang sejak era Trump pertama (2017-2021), di mana ia mengakui Juan Guaidó sebagai presiden sah dan memberlakukan sanksi ketat terhadap rezim Maduro. Kini, di masa jabatan keduanya, Trump disebut-sebut sedang mempersiapkan operasi khusus untuk menangkap Maduro atas tuduhan kejahatan kemanusiaan, korupsi, dan pelanggaran sanksi minyak.
Menurut laporan intelijen AS yang bocor ke media seperti Fox News dan Reuters (4 Januari 2026), tim khusus Delta Force diduga sudah dikerahkan ke Karibia.
Maduro sendiri membalas dengan pidato api di Caracas: "Trump adalah penjahat imperialis!" Situasi ini memanaskan Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar dunia (sekitar 300 miliar barel), tapi produksinya anjlok ke 700.000 barel per hari akibat sanksi dan mismanajemen—jauh di bawah potensi 3 juta barel/hari.
Dampak Langsung ke Harga Minyak Global
Penangkapan Maduro berarti kekacauan total di PDVSA, perusahaan minyak negara Venezuela. Berikut skenario potensialnya:
Gangguan Pasokan: Produksi bisa turun 50% lagi, hilangkan 300.000-500.000 barel/hari dari pasar. Venezuela suplai 4% minyak impor AS dan ekspor ke China/India.
Reaksi OPEC+: Rusia dan Arab Saudi mungkin potong produksi solidaritas, tapi China (pembeli utama Venezuela) bakal protes keras.
| Komoditas | Harga Saat Ini | Prediksi 1 Bulan (Base Case) | Skenario Ekstrem |
|---|---|---|---|
| Brent Crude | |||
| WTI Crude | |||
| Gasoline (AS) |

