Mengapa Presiden Trump Obsesi Kuasai Venezuela? Blokade Minyak Terkuak
Cadangan Minyak Terbesar Dunia
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di planet ini, melebihi Arab Saudi, yang menjadi target utama Trump untuk mengamankan pasokan energi AS. Blokade tanker minyak Venezuela mencegah ekspor ke China dan Rusia, memaksa Maduro kehilangan pendapatan hingga miliaran dolar dan membuka peluang bagi perusahaan AS seperti Chevron untuk mengambil alih. Langkah ini memperkuat dominasi energi AS di tengah ketegangan global.
Pemberantasan Kartel Narkoba
Trump menuding rezim Maduro sebagai pusat kartel narkoba Tren de Aragua, yang mengirimkan ribuan migran ilegal dan narkotika ke AS melalui perbatasan selatan. Penetapan pemerintah Venezuela sebagai "organisasi teroris asing" memungkinkan operasi khusus AS, termasuk penangkapan tokoh Maduro, untuk memutus rantai pasok kokain dan fentanyl. Ini sejalan dengan prioritas Trump soal keamanan perbatasan.
Aset Dicuri dan Utang AS
AS mengklaim Venezuela mencuri aset senilai lebih dari US$20 miliar, termasuk emas di Bank of England dan Citgo yang diambil alih. Trump menggunakan blokade untuk memaksa pengembalian aset tersebut, sekaligus membayar utang Venezuela ke AS melalui hak eksploitasi minyak. Kebijakan ini memosisikan Trump sebagai penegak hukum internasional bagi investor AS.
Faktor Geopolitik
Rusia dan China mendukung Maduro dengan senjata dan pinjaman, menjadikan Venezuela sebagai medan perang proxy melawan pengaruh AS di Amerika Latin. Trump ingin gulingkan Maduro untuk menginstal pemerintahan pro-AS seperti Juan Guaido versi baru, mencegah penyebaran komunis di halaman belakang AS. Invasi terbatas di Karibia juga mengirim sinyal ke Havana dan Tehran.
Dampak Ekonomi Global
Blokade minyak Trump memicu kenaikan harga minyak dunia hingga US$90 per barel, menguntungkan produsen AS tapi menyulitkan negara berkembang seperti Indonesia. Meski dikritik sebagai agresi, kebijakan ini berhasil kurangi dukungan Maduro dan percepat runtuhnya rezimnya. Trump klaim ini lindungi pekerja Amerika dari inflasi energi.

