IHSG Bakal Tembus 10.000 di 2026? Ramalan Analis yang Bikin Investor Girang

 

IHSG Bakal Tembus 10.000 di 2026? Ramalan Analis yang Bikin Investor Girang
(Foto IHSG dari Google Finansial)

Proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menuju level 10.000 di akhir 2026 dinilai realistis oleh sejumlah analis, terutama dalam skenario bullish. Ramalan ini memicu optimisme investor, didukung pemulihan likuiditas domestik dan re-rating saham big caps seperti perbankan. Meski bukan skenario dasar, target ini menjanjikan potensi kenaikan hingga 16% tahunan dari level akhir 2025 sekitar 8.647.

Faktor Pendukung Utama

Stabilitas makroekonomi Indonesia menjadi pondasi kuat, dengan defisit fiskal di bawah 3%, inflasi terkendali, dan kebijakan moneter akomodatif. Likuiditas domestik diperkuat injeksi dana ke perbankan, insentif BI, serta kewajiban devisa hasil ekspor SDA. Reformasi pasar modal seperti peningkatan free float, market maker, dan UU P2SK juga meningkatkan daya tarik.

Proyeksi Analis Terkemuka

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, memprediksi IHSG 10.000 realistis di skenario bullish. JP Morgan menetapkan base case 9.100, tapi bull case bisa capai 10.000 dengan belanja pemerintah ekspansif dan pelonggaran suku bunga. Menteri Keuangan Purbaya Yudha optimistis target ini tercapai berkat kebijakan sinkron.

Sektor dan Saham Unggulan

Perbankan diproyeksi jadi tulang punggung, diikuti telekomunikasi dan infrastruktur. Sektor consumer non-cyclical serta healthcare berperan defensif, sementara energi selektif. Rekomendasi saham: BBCA, BBRI (perbankan), TLKM (telekom), ASII, JPFA, KLBF, ENRG.

Risiko dan Strategi Investor

Volatilitas global seperti perlambatan China, fiscal shock, dan yen carry trade bisa picu fluktuasi jangka pendek. Strategi ideal: buy on volatility, dollar cost averaging (DCA), fokus saham likuid dan defensif. Investor disarankan selektif untuk maksimalkan peluang di tengah tren konstruktif.

Next Post Previous Post