Hyundai Staria Listrik Resmi Meluncur: MPV Terbesar dan Siap Produksi 2026
Hyundai Staria Electric diluncurkan secara resmi di ajang Brussels Motor Show sebagai bagian dari strategi elektrifikasi Hyundai untuk segmen MPV premium. Model ini menargetkan pasar Eropa, Australia, dan Thailand, dengan produksi di pabrik Hyundai di Turki dan Korea Selatan. Desainnya melanjutkan filosofi "Parametric Dynamics" yang futuristik, mirip versi diesel/bensin sebelumnya, tapi kini sepenuhnya listrik untuk memenuhi regulasi emisi ketat di Eropa.
Spesifikasi Teknis Lengkap
Powertrain: Motor listrik tunggal 160 kW (215-218 PS) pada roda depan, torsi 350 Nm, akselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 9 detik.
Baterai: Lithium-ion 84 kWh (kemungkinan tipe NMC atau LFP untuk efisiensi), arsitektur 800V untuk pengisian ultra-cepat 10-80% hanya dalam 20 menit menggunakan charger 350 kW.
Jarak Tempuh: Hingga 400 km berdasarkan standar WLTP, cocok untuk perjalanan keluarga atau shuttle komersial.
Pengisian: Mendukung AC 11 kW dan DC hingga 200+ kW, plus fitur V2L (Vehicle-to-Load) hingga 3,6 kW untuk powering perangkat eksternal seperti grill atau laptop.
Dimensi dan Desain Eksterior
Staria Electric adalah MPV terbesar Hyundai saat ini, dengan dimensi panjang 5.255 mm, lebar 1.997 mm, tinggi 1.990 mm, dan wheelbase 3.275 mm – lebih besar dari kompetitor seperti Kia Carnival EV atau Toyota Sienna hybrid. Desainnya menonjol dengan lampu LED "Parametric Pixel" infinity, ground clearance 170 mm, velg 18 inci aerodinamis, dan pintu geser elektrik otomatis. Kapasitas bagasi mencapai 831 liter (7 kursi) atau lebih luas saat kursi dilipat, ideal untuk 9 penumpang.
Interior dan Kenyamanan Premium
Kabin dirancang seperti lounge mewah dengan:
Layar ganda 12,3 inci (instrument cluster + infotainment) berbasis Hyundai SmartSense.
Kursi captain premium dengan ventilasi, pemanas, sandaran kaki elektrik, dan posisi relaksasi.
Sistem audio Bose 12 speaker, ambient lighting, panoramic sunroof, dan konektivitas Apple CarPlay/Android Auto wireless.
Fitur keselamatan lengkap: Level 2+ ADAS termasuk Highway Driving Assist II, blind-spot view monitor, surround-view camera, dan 9 airbag.
Performa dan Kemampuan Tambahan
Kecepatan maksimum 183 km/jam, kemampuan towing 2.000 kg (unbraked 750 kg), dan mode berkendara Eco/Normal/Sport. Hyundai menekankan efisiensi aerodinamis (Cd 0,28) dan suspensi adaptif untuk handling stabil meski bodi besar. Model ini bersaing langsung dengan Denza D9 EV (BYD) dan Maxus Mifa 9 di segmen MPV listrik premium.
Prospek di Indonesia
Meski belum dikonfirmasi resmi untuk Indonesia, spekulasi muncul karena popularitas Staria diesel di sini. Tantangannya adalah infrastruktur charging dan harga (diperkirakan Rp 1,5-2 miliar OTR jika masuk), tapi potensial untuk fleet taksi online atau keluarga kaya. Hyundai Indonesia mungkin ikuti jejak Ioniq 5/9 untuk impor CBU awal.

