Tenaga Tambahan Saham BRMS, Siap-siap Segini

Tenaga Tambahan Saham BRMS, Siap-siap Segini

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sedang menarik perhatian investor dengan momentum kuat menjelang 2026, didorong oleh berita "Tenaga Tambahan Saham BRMS, Siap-siap Segini" yang merujuk pada potensi kenaikan harga signifikan. Prospek ini didukung ekspansi produksi emas, masuknya investor asing, dan kemitraan strategis Grup Bakrie-Salim, menjadikan BRMS sebagai "mesin cuan" di tengah tren komoditas global.

Latar Belakang Kenaikan

BRMS bangkit pesat setelah periode lesu, dengan aksi beli intensif dari asing seperti Van Eck Associates yang serok saham hingga tembus level tertinggi baru. Spekulasi masuk indeks MSCI-GDX juga memicu rally, membuka pintu arus dana pasif miliaran rupiah, sementara Grup Bakrie perkuat posisi melalui reborn strategi. Pada Jumat pekan lalu, saham ini sudah tunjukkan pemulihan kuat, sejalan ramalan analis soal potensi cuan jangka panjang.

Proyek dan Produksi Utama

Perusahaan fokus kerek target emas via proyek CPM (Cashiboca-Purísima-Margarita) dengan cadangan tembaga mencapai 1,2 miliar pound dan emas signifikan, plus ekspansi pabrik CIL untuk tingkatkan kapasitas pengolahan. Produksi emas diproyeksikan stabil hingga 4Q27, didukung diversifikasi mineral kritis seperti tembaga yang dibutuhkan transisi energi global. Ini beri tenaga tambahan, apalagi harga emas dunia sedang bullish dan permintaan tembaga naik akibat EV serta renewable energy.

Target Harga dan Rekomendasi

Tenaga Tambahan Saham BRMS, Siap-siap Segini
(Foto Saham BRMS dari Google Finansial)
Analis revisi target harga naik, dengan proyeksi cuan hingga 52% dari level saat ini, misalnya menuju Rp498-520 per saham berdasarkan valuasi fundamental. 

Ada pula yang incar level lebih tinggi berkat valuasi murah dan katalis MSCI, sementara saham Grup Bakrie lain seperti BUMI dan ENRG ikut terdongkrak. Investor disarankan siap-siap akumulasi di koreksi, dengan risk-reward ratio menguntungkan untuk hold jangka menengah.

Faktor Risiko dan Peluang

Peluang: Kemitraan Salim Group tambah modal kuat, plus ekspansi ke nikel dan bauksit perkuat portofolio.

Risiko: Volatilitas harga komoditas, regulasi tambang Indonesia, dan fluktuasi rupiah terhadap USD.

Secara keseluruhan, BRMS layak pantau ketat bagi investor komoditas, terutama yang suka saham tematik emas dan mineral kritis di 2026.

 

Next Post Previous Post