IHSG Dibuka Melemah Kamis 29 Januari di 7.94% ke Level 7.659

IHSG Dibuka Melemah Kamis 29 Januari di 7.94% ke Level 7.659
(Foto IHSG dari Google Finansial)

IHSG memang dibuka melemah tajam hari ini, Kamis 29 Januari 2026, dengan penurunan sekitar 7,94% ke level 7.659, melanjutkan tren koreksi dari hari sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan tekanan sentimen pasar yang kuat, baik dari faktor domestik maupun global, di tengah volatilitas tinggi.

Pergerakan Harian Detail

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di kisaran 8.028 pagi ini sebelum langsung anjlok ke level terendah 7.654,66 pada pukul 09:52 WIB, mencatat penurunan kumulatif hingga 8% atau sekitar 666 poin dari previous close 8.320,67 kemarin.

Trading halt sempat diberlakukan beberapa kali karena volatilitas ekstrem melebihi ambang batas, sementara net sell asing mencapai Rp6,12 triliun, memicu aksi panic selling di banyak blue chip.

Sampai sesi pertama, volume transaksi sudah tembus 5,9 miliar saham senilai Rp5,6 triliun, dengan rasio 591 saham melemah berbanding 57 menguat serta 124 stagnan.

Faktor Penyebab Utama

Penurunan dipicu utamanya oleh peringatan dari MSCI mengenai potensi downgrade status emerging market Indonesia akibat ketidakpastian regulasi dan likuiditas pasar, ditambah revisi rating Goldman Sachs yang menurunkan rekomendasi ke underweight.

Sentimen global turut memperberat, termasuk kekhawatiran kebijakan The Fed yang hawkish besok, pelemahan rupiah ke Rp16.757 per USD, serta outflow investor asing yang masif sejak awal tahun.

Di sisi domestik, faktor seperti defisit APBN yang melebar dan ekspektasi kenaikan BI Rate untuk stabilisasi rupiah juga memicu risk-off sentiment di kalangan investor ritel maupun institusi.

Performa Saham Terkemuka

Berikut ringkasan top performers berdasarkan data sesi pagi:

Kategori

Kode Saham

Perubahan (%)

Top Losers

GOLF

-15%

RONY

-15%

BRPT

-15%

DSSA

-14,98%

TOBA

-14,38%

Top Gainers

DFAM

+14,71%

Sektor Terberat

Perbankan & Konstruksi (turun >10%)

-


Sektor perbankan dan properti paling terpukul, sementara konsumer dan komoditas relatif bertahan meski masih merah.

Dampak Lanjutan dan Sektor Terdampak

Lembaga kliring sempat menunda settlement karena overload, sementara Lot 1 minimal dinaikkan sementara untuk cegah manipulasi.
Investor asing mendominasi penjualan di saham-saham besar seperti BBCA, BBNI, dan TLKM, sementara ritel lokal coba serap di level bawah.
Rupiah melemah 0,5% pagi ini, menambah beban emiten berutang valas.

Prospek dan Strategi Investor

Outlook jangka pendek tetap bearish dengan support kuat di 7.500–7.600, resistance 8.000; rebound potensial jika BI Rate besok accommodative dan data inflasi Januari membaik.

Strategi defensif direkomendasikan: akumulasi blue chip di dip seperti UNVR, INDF, atau rotasi ke sukuk dan deposito; hindari leverage tinggi.
Pantau pengumuman MSCI akhir pekan ini dan pidato Gubernur BI untuk sinyal pemulihan.
Next Post Previous Post