IHSG Ditutup Melemah ke 9.010, UNTR dan ASII Pimpin Top Losers

IHSG Ditutup Melemah ke 9.010, UNTR dan ASII Pimpin Top Losers
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG ditutup melemah di level 9.010,33 pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan penurunan 1,36% atau 124,37 poin dari pembukaan di 9.134,70. Penurunan ini dipicu oleh sentimen global negatif akibat aksi jual di pasar Amerika yang memengaruhi pasar Asia secara keseluruhan, ditambah tekanan di sektor industri dan komoditas. UNTR dan ASII menjadi pemimpin top losers, mencerminkan pelemahan signifikan di saham-saham blue chip.

Performa Pasar Secara Keseluruhan

Indeks utama Jakarta Composite Index (IHSG) sempat menyentuh level terendah 8.977,68 selama sesi perdagangan, menunjukkan volatilitas tinggi di tengah panic selling investor. Volume transaksi mencapai Rp33,45 triliun dengan nilai negosiasi Rp20,82 triliun, didominasi oleh saham BUMI, BKSL, dan BRMS yang berkontribusi besar pada aktivitas pasar. Indeks pendukung lain juga tertekan, seperti IDX30 (-1,86%), JII (-1,69%), LQ45 (-1,47%), dan IDX SMC Liquid (-1,82%), sementara IDX ESG Leaders mengalami penurunan lebih ringan di -0,88%.

Penurunan Per Sektor

Sektor industri mengalami ambruk terparah sebesar 6,33%, diikuti properti & real estate (-3,44%) serta transportasi & logistik (-3,04%), yang menjadi pemicu utama penurunan IHSG. Sektor teknologi (-1,44%), energi (-1,21%), dan keuangan (-1,05%) juga melemah, sementara sektor non-siklikal konsumen (+0,58%) dan bahan baku (+0,14%) menjadi penopang minor dengan kenaikan tipis. Secara keseluruhan, dari 802 saham yang ditransaksikan, 546 saham turun, 179 naik, dan 77 stagnan, menandakan dominasi tekanan jual.

Top Losers dan Kontribusi

IHSG Ditutup Melemah ke 9.010, UNTR dan ASII Pimpin Top Losers
(Foto Saham UNTR dari Google Finansial)
UNTR anjlok 14,93% ke Rp27.200, memimpin top losers dengan kontribusi net sell terbesar, diikuti ASII yang turun 9,28%. 

Saham lain di LQ45 seperti KEEN dan BUMI (-6,76%) juga ikut tersungkur, sementara di indeks utama GOLF, DAAZ, dan MKTR menjadi gainer teratas meski tidak mampu balikkan tren negatif. Pelemahan UNTR dan ASII ini terkait sentimen komoditas batubara serta Astra International yang terdampak isu global manufaktur.

Prospek dan Faktor Pendukung

Meski melemah hari ini, analis memproyeksikan potensi rebound besok dengan support di 8.977-9.000 dan resistance 9.100-9.134, didukung window dressing akhir bulan dan ekspektasi kebijakan domestik. Investor asing melakukan net sell Rp1,2 triliun, sementara lokal net buy Rp890 miliar, menunjukkan pertahanan domestik yang masih kuat di tengah gejolak eksternal. Pemantauan rupiah yang melemah dan data inflasi AS akan krusial untuk sesi Kamis.

 

Next Post Previous Post