Saham BUMI Anjlok Tajam: Pemegang Besar Lepas 18,19 Miliar Lembar

Saham BUMI Anjlok Tajam: Pemegang Besar Lepas 18,19 Miliar Lembar
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan tajam baru-baru ini, terutama akibat aksi jual besar-besaran dari pemegang saham utama dan tekanan investor asing. Laporan menunjukkan pelepasan hingga 18,19 miliar lembar saham, yang berkontribusi pada anjloknya harga saham dan indeks JCI.

Penyebab Utama Penurunan

Investor asing seperti Chengdong Investment Corporation telah melepas miliaran lembar saham BUMI sepanjang 2025, dengan net sell mencapai Rp1,49 triliun, meskipun saham sempat reli signifikan year-to-date. Pada 21 Januari 2026, saham BUMI turun 6,76% ke Rp386, memicu penurunan lebih luas di saham-saham konglomerasi lain seperti BBCA. Aktivitas net sell asing terus berlanjut, kontras dengan antusiasme investor domestik.

Pergerakan Harga Terkini

Saham BUMI Anjlok Tajam: Pemegang Besar Lepas 18,19 Miliar Lembar
(Foto Saham BUMI dari Google Finansial)
Harga BUMI fluktuatif sejak awal 2026, dari Rp460-Rp480 pada 6 Januari hingga penurunan lebih dalam pada 13 dan 21 Januari, dengan likuiditas tinggi di saham ini. Transaksi harian sempat tembus Rp1,73 triliun pada 15 Januari meski harga tertekan 2,84% ke Rp1.225.

Penjualan di BUMI dan saham terkait seperti GOTO serta BBCA menyeret JCI turun hingga 1,24% di sesi pertama, dengan tekanan jual asing sebagai pemicu utama. Fundamental perusahaan menunjukkan penurunan laba, meskipun ada akuisisi seperti 64% saham Jubilee Metals.
Next Post Previous Post