IHSG Melemah akibat MSCI, Menkeu Purbaya Sebut Waktu yang Tepat Beli Saham
IHSG melemah signifikan akibat laporan MSCI yang menyoroti kurangnya transparansi pasar saham Indonesia dan maraknya praktik "saham gorengan," serta masalah free float. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penurunan ini sebagai "shock sementara" dan peluang beli saham, karena OJK menargetkan perbaikan sebelum Mei 2026.
Penyebab Pelemahan IHSG
IHSG anjlok lebih dari 8% pada 28 Januari 2026, memicu trading halt oleh BEI, setelah MSCI membekukan kebijakan indeks khusus Indonesia. Laporan MSCI menilai data kepemilikan saham kurang transparan dan akses pasar terbatas, menyebabkan reaksi berlebihan investor. Purbaya menegaskan ini bukan cerminan fundamental ekonomi yang masih kuat, dengan koordinasi fiskal-moneter mendukung pertumbuhan 6%.
Respons Menkeu Purbaya
Purbaya optimis masalah teratasi cepat via koordinasi dengan OJK dan BEI, memberi waktu hingga Maret-Mei 2026 untuk reformasi. Ia menekankan: "Ini good time to buy, karena indeks sebelumnya terlalu tinggi dan akan rebound." Fokus pemerintah pada perbaikan iklim investasi melalui sidang cepat dan belanja tepat sasaran.
Dampak dan Prospek
Analis seperti Reydi Bohol dari Liputan6 memprediksi penurunan jangka pendek tapi peluang rebound terbuka untuk akumulasi bertahap. Purbaya yakin perusahaan bursa akan patuh syarat MSCI, mendorong inflow dana asing pasif kembali. Investor disarankan wait-and-see sambil pantau eksekusi perbaikan.

