IHSG Mendadak Turun 0.58% Sore Ini, Sentuh Level 8.884
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
Penurunan ini mencerminkan sentimen bearish yang muncul setelah volatilitas harian, di mana indeks sempat bergerak dari high 9.000 hingga low di kisaran 8.715. Data terkini menunjukkan volume perdagangan cukup tinggi, dengan moving average 50 hari di 8.537 dan 200 hari di 7.611, mengindikasikan tren jangka menengah masih kuat meski ada koreksi jangka pendek.
Performa Harian Lengkap
Indeks dibuka di level 8.991,76 pagi ini, naik tipis di sesi pertama sebelum tertekan di sesi kedua.
Penurunan 52 poin ini (setara 0.58%) membawa IHSG ke 8.884,723, dengan rasio buy-sell yang mulai miring ke arah seller di sore hari.
Volatilitas ini sejalan dengan pola terkini, di mana IHSG sempat catat rekor mendekati 9.000 pada 8 Januari sebelum terkoreksi akibat profit taking.
Faktor Penyebab Potensial
Penurunan sore ini kemungkinan dipicu oleh kombinasi faktor domestik dan global, termasuk pelemahan sektor keuangan serta properti yang sebelumnya menekan indeks.
Sentimen regional seperti penurunan Nikkei dan tekanan komoditas juga berperan, mirip dengan penutupan merah 0.71% ke 8.584 pada akhir Desember lalu.
Investor asing cenderung net sell di level resistensi 9.000, sementara data makro seperti inflasi dan kebijakan BI rate memengaruhi pergerakan.
Analisis Teknis Lanjutan
Dari perspektif teknikal, IHSG kini berada di atas support kuat 8.800, dengan resistensi berikutnya di 9.000.
RSI harian menunjukkan kondisi overbought yang mulai terkoreksi, sementara MACD menandakan potensi rebound jika volume beli kembali masuk.
Proyeksi besok: kemungkinan konsolidasi di 8.800-8.900 kecuali ada katalis positif dari laporan earnings atau berita kebijakan pemerintah.
Dampak Sektor dan Saham Pilihan
Sektor yang paling tertekan termasuk properti dan keuangan, serupa dengan penurunan sebelumnya di mana saham-saham blue chip seperti bank besar ikut anjlok.
Sebaliknya, sektor energi dan komoditas potensial rebound jika harga minyak stabil.
Untuk trading jangka pendek, pantau saham LQ45 seperti BBCA dan TLKM yang relatif tangguh, serta hindari spekulasi di tengah volatilitas tinggi.

