Saham RLCO Menguat 12,22% pada Sesi Pertama, Sempat Menyentuh Level 5.000
Saham RLCO menguat 12,22% pada sesi pertama perdagangan Senin, 12 Januari 2026, sempat menyentuh level Rp 5.000 per saham. Kenaikan ini melanjutkan tren ARA (auto reject atas) yang fenomenal sejak IPO pada 8 Desember 2025, di mana harga melonjak dari Rp 168 hingga ribuan persen. Performa kuat ini terjadi meski IHSG terkoreksi 0,58% ke 8.884 sore hari, menunjukkan ketahanan saham emiten sarang burung walet ini.
Performa Harian RLCO
| (Foto Saham RLCO dari Google Finansial) |
Volume perdagangan mencapai 31.277 lot dengan frekuensi 3.703 kali, menghasilkan nilai transaksi Rp 15,6 miliar dan kapitalisasi pasar Rp 15,62 triliun.
Sehari sebelumnya pada 11 Januari, harga tutup di Rp 4.500 setelah naik dari Rp 4.010, menandakan momentum bullish berkelanjutan.
Latar Belakang IPO dan Tren
RLCO resmi IPO pada 8 Desember 2025 dengan harga Rp 168 per saham, langsung melonjak 34,52% ke Rp 226 di hari pertama.
Sejak itu, saham ini mencatat ARA hingga 18 hari berturut-turut, mendorong kenaikan kumulatif 2.876% hingga level saat ini.
Perusahaan bergerak di bisnis sarung burung walet, yang menarik minat investor ritel karena potensi ekspor dan pertumbuhan komoditas bernilai tinggi.
Faktor Penggerak Kenaikan
Kenaikan didorong oleh prospek ekspor sarang burung walet olahan ke Vietnam (akhir 2025), Thailand (Q2 2026), AS (Q4 2026), dan Filipina.
Laporan keuangan positif, peningkatan pendapatan, serta sentimen pasar terhadap sektor pengolahan sarang walet memperkuat kepercayaan investor.
Minat institusional dan ritel tinggi, ditambah keluarnya RLCO dari papan FCA per 8 Januari 2026, memicu likuiditas lebih baik.
Analisis Teknis dan Risiko
Secara teknikal, RLCO berada dalam tren naik ekstrem dengan rentang harian sempit di level tinggi, tapi rentan koreksi jika sentimen IHSG memburuk.
RSI kemungkinan overbought setelah reli panjang, sehingga investor waspada profit taking meski support kuat di Rp 4.000-4.500.
Risiko utama termasuk valuasi mahal pasca-kenaikan tajam dan volatilitas sektor komoditas.
Rekomendasi Investasi
Untuk trader jangka pendek, RLCO menawarkan peluang scalping di level ARA, tapi diversifikasi diperlukan mengingat korelasi dengan IHSG.
Investor jangka panjang evaluasi fundamental seperti pertumbuhan ekspor dan laba bersih sebelum entry, hindari FOMO di puncak euforia.
Pantau pengumuman BEI dan berita korporasi RLCO untuk katalis selanjutnya, terutama di tengah fluktuasi pasar Indonesia saat ini.

