IHSG Mulai Bangkit, Tiba-tiba Melemah 2%! Update Kamis 29 Januari
| (Foto IHSG dari Google Finansial) |
IHSG sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan awal hari ini sebelum tiba-tiba anjlok lebih dari 2%, mencerminkan volatilitas tinggi di pasar saham Indonesia.
Pergerakan Awal dan Penurunan Tajam
Pagi ini, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dari hari sebelumnya yang sudah turun 7,35% akibat net sell asing Rp6,12 triliun pada saham-saham blue chip seperti BBCA, BMRI, dan BBRI.
Namun, tekanan jual menguat hingga memicu trading halt pada pukul 09.26 WIB, dengan indeks jatuh ke 7.654,66 atau turun 8%, disertai 694 saham merah versus hanya 34 hijau. Nilai transaksi mencapai Rp10,78 triliun, menandakan panic selling di tengah sentimen negatif.
Pemicu Utama Penurunan
Penyebab utama adalah pengumuman MSCI yang memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar perbatasan karena masalah investabilitas dan kepemilikan terkonsentrasi.
Selain itu, penurunan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sachs memperburuk risk-off investor, mirip dengan koreksi sebelumnya di mana saham energi alami profit taking setelah kenaikan signifikan. Analis BNI Sekuritas memproyeksikan support di 8.050-8.100, dengan resisten 8.350-8.400 jika rebound terjadi.
Dampak dan Prospek
Mayoritas saham turun, dengan net sell asing menyasar emiten besar seperti TLKM dan ANTM, sementara harga emas Antam justru naik di tengah kejatuhan IHSG. Meski sempat pulih parsial seperti pada Januari sebelumnya (dari -2% ke -0,58%), pasar kini fokus pada data inflasi AS dan komoditas global yang fluktuatif. Investor disarankan waspada, dengan potensi rebound jika bertahan di support kunci, tapi pelemahan bisa berlanjut tanpa katalis positif.

