Ini Menu MBG Selama Ramadan untuk Khusus Siswa Berpuasa

Ini Menu MBG Selama Ramadan untuk Khusus Siswa Berpuasa
Selama Ramadan 2026, program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa berpuasa disesuaikan dengan menu khusus berupa makanan kering yang praktis dibawa pulang untuk berbuka puasa di rumah, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar maupun ibadah puasa. 

Penyesuaian ini dikonfirmasi oleh pemerintah melalui Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menjamin kelanjutan program di seluruh sekolah negeri dan swasta. Menu ini dirancang tahan hingga 12 jam di suhu ruang, memenuhi standar gizi harian anak usia sekolah sesuai Peraturan Menteri Kesehatan.

Detail Menu MBG Ramadan

Program MBG menyediakan paket makanan kering lengkap untuk siswa Muslim yang berpuasa, dengan komposisi bergizi seimbang dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Berikut rincian menu utama berdasarkan panduan resmi:

Komponen Menu

Deskripsi

Manfaat Gizi

Kurma (3-5 butir)

Pembuka puasa tradisional, manis alami

Sumber energi cepat, serat, dan kalium

Telur rebus/asin/pindang (1-2 butir)

Protein hewani utama, mudah disimpan

Tinggi protein, zat besi, dan vitamin B12

Buah segar (pisang/apel/jeruk)

Potong siap makan dalam kemasan

Vitamin C, antioksidan, hidrasi alami

Susu UHT kemasan (200 ml)

Minuman bergizi tinggi kalsium

Kalsium, vitamin D untuk tulang kuat

Abon sapi/ayam (20-30 gr)

Lauk kering berprotein, rasa gurih

Protein nabati/hewani tambahan, zat besi

Roti tawar atau biskuit gizi (2-4 lembar)

Karbohidrat kompleks opsional

Energi tahan lama, serat


Menu ini bisa divariasikan sesuai stok daerah, tapi wajib memenuhi 20-30% kebutuhan gizi harian siswa SD-SMA. Contoh paket satu hari: kurma + telur asin + pisang + susu + abon, total kalori sekitar 400-500 kcal.

Jadwal dan Mekanisme Pembagian

Pembagian dilakukan siang hari (sekitar pukul 11.00-13.00 WIB) di sekolah dengan mayoritas siswa Muslim, langsung diserahkan untuk dibawa pulang.

Sekolah umum Muslim: Menu kering untuk puasa, dibagikan sebelum pulang.

Sekolah non-Muslim/ibu hamil/menyusui/balita: Menu basah siap saji seperti nasi, ayam, sayur, buah (tetap 3x sehari).

Pesantren: Geser ke sore (menjelang buka puasa pukul 18.00), bisa campur basah-kering.

Zulhas menekankan penyesuaian ini agar tidak ada siswa kelaparan saat puasa, dengan pengawasan ketat dari dinas pendidikan dan gizi nasional.

Dampak dan Dukungan Pemerintah

Program ini menargetkan 82,9 juta siswa di 14,5 juta sekolah, dengan anggaran Rp 71 triliun dari APBN 2026. Tujuannya menekan stunting dan tingkatkan prestasi belajar, terbukti menurunkan angka gizi buruk 15% di pilot 2025. Pemerintah juga sediakan panduan SOP via aplikasi MBG dan hotline pengaduan untuk keluhan kualitas menu. Di daerah seperti Bengkulu dan Tangerang Selatan, uji coba sudah mulai, dengan feedback positif dari orang tua soal kepraktisan.


Next Post Previous Post