Resmi! Pupuk Indonesia Luncurkan Proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Siap Dongkrak Kapasitas Produksi
Pupuk Indonesia secara resmi meresmikan proyek revamping Ammonia Pabrik-2 di Bontang, Kalimantan Timur, pada 29 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi produksi pupuk nasional.
Detail Peresmian
Proyek ini dilakukan oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), anak usaha Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, sebagai pemimpin acara. Pabrik Ammonia-2, yang pertama kali beroperasi pada 1984, kini dimodernisasi agar lebih hemat energi dan rendah emisi. Revamping mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, CO2 removal system, serta penerapan Distributed Control System (DCS).
Manfaat Produksi
Setelah revamping, pabrik mampu menghemat biaya operasi hingga Rp200 miliar per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 110.000 ton CO2 tahunan. Kapasitas produksi tetap 595.000 ton ammonia dan 570.000 ton urea per tahun, tapi dengan konsumsi gas lebih rendah (4 MMBtu/ton ammonia). Sebanyak 79% pekerja lokal terlibat dalam proyek ini.
Rencana Lanjutan
Ini bagian dari komitmen Pupuk Indonesia merevitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun, termasuk Pusri 3B (2026), NPK Nitrat PKC (2027), dan Soda Ash PKT (2028). Proyek sejalan dengan swasembada pangan Indonesia yang diumumkan Presiden.

