Irigasi Rusak Parah, Petani Palembayan Andalkan Jagung sebagai Penyelamat Panen

Irigasi Rusak Parah, Petani Palembayan Andalkan Jagung sebagai Penyelamat Panen

Petani di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menghadapi krisis pertanian akibat irigasi rusak parah dari banjir bandang dan longsor pada akhir 2025. Mereka beralih menanam jagung sebagai tanaman alternatif yang tahan kering dan tidak bergantung pada air irigasi.

Bencana pada 27 November 2025 menimbun lahan sawah dengan lumpur dan merusak saluran irigasi, sehingga 1.700 hektare sawah hancur dan 3.000 hektare terdampak. Petani seperti Sudirman kehilangan panen padi rutin (75 karung per hektare setiap 6 bulan) karena air tidak mengalir.

Jagung tumbuh cepat (panen 4,5 bulan), biaya rendah, dan harga jual menguntungkan Rp5.700/kg di tingkat petani. Tanaman ini cocok untuk lahan kering sementara menunggu perbaikan irigasi, sekaligus menjaga pendapatan keluarga.

Dampak Ekonomi

Bupati Agam prioritas pemulihan sektor ini dengan harap bantuan pusat untuk bibit jagung. Pedagang seperti Doni catat minat tinggi warga beralih, membantu ekonomi lokal bangkit pasca-bencana.

Next Post Previous Post