Komitmen BEI Bersama SRO & OJK: Koordinasi Ketat dengan MSCI untuk Dorong Inklusi Saham RI di Pasar Global
BEI, bersama SRO seperti KSEI dan KPEI serta dukungan OJK, telah mengumumkan komitmen kuat untuk mempererat koordinasi dengan MSCI guna mendorong inklusi lebih besar saham Indonesia di indeks global.
Pengumuman ini merespons keputusan MSCI pada 27 Januari 2026 yang membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), dan penambahan saham baru ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), akibat kekhawatiran transparansi free float dan investability.
Latar Belakang Keputusan
MSCI melakukan konsultasi dengan pelaku pasar dan menemukan isu fundamental seperti kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perdagangan terkoordinasi yang mengganggu harga wajar.
Langkah pembekuan ini bertujuan mengurangi turnover indeks sambil memberi waktu bagi otoritas Indonesia untuk perbaikan.
IHSG langsung terdampak, anjlok 7,34% usai pengumuman.
Komitmen Utama BEI
BEI menegaskan akan terus berdiskusi intensif dengan MSCI, termasuk meningkatkan keterbukaan data free float di situs resminya.
Fokus utama mencakup penguatan transparansi informasi pasar agar sesuai standar global dan ekspektasi investor internasional.
OJK, BEI, dan SRO berkolaborasi penuh untuk kredibilitas pasar modal RI demi bobot lebih tinggi di indeks MSCI.
Dampak dan Prospek
Keputusan final MSCI dijadwalkan 30 Januari 2026, dengan pemantauan berkelanjutan terhadap pasar Indonesia.
Upaya ini diharapkan mengurangi risiko outflow dana asing dan mendongkrak inklusi saham RI secara berkelanjutan.
Baca Press Release BEI melalui laman www.idx.co.id/id/berita/siaran-pers/2541.

