Link Teh Pucuk Viral 17 Menit, Netizen Masih Mencari di X dan TikTok
Fenomena "Link Teh Pucuk 17 Menit" sedang menjadi topik panas di media sosial Indonesia. Viralitas ini memicu rasa penasaran massal netizen, meski banyak yang curiga sebagai jebakan digital.
Asal Mula Viralitas
Kata kunci "video Teh Pucuk" melonjak di pencarian TikTok dan X sejak akhir pekan lalu. Narasi beredar menyebut video sensasional berdurasi 1 menit 50 detik hingga 17 menit, sering dikaitkan dengan potongan adegan sugestif seorang wanita memegang botol minuman tersebut.
Konten-konten pendek ini menyebar lintas platform seperti Telegram dan WhatsApp, memanfaatkan algoritma engagement untuk menjangkau jutaan pengguna dalam 48 jam.
Efek FOMO (fear of missing out) membuat banyak kreator ikut ramai-ramai unggah video serupa, meski isinya hanya foto produk Teh Pucuk tanpa konteks jelas.
Isi Video yang Bikin Heboh
Potongan video viral yang beredar biasanya berdurasi 5-10 detik, menampilkan elemen visual ambigu yang dinilai provokatif. Klaim "full version 17 menit" disebar via link di komentar atau bio, tapi tidak ada bukti kredibel keberadaannya.
Banyak akun seperti @rh_creator26 memposting karena tren ini "seliweran di beranda", tapi substansinya membingungkan dan tidak nyambung dengan produk minuman Teh Pucuk Harum.
Hingga 16 Februari 2026, tren ini masih trending tanpa klarifikasi resmi dari Wings Food atau pihak terkait.
Risiko di Balik Link Viral
Link-link yang dibagikan berpotensi jadi modus phishing atau malware untuk curi data pribadi. Pakar keamanan siber ingatkan netizen jangan asal klik tautan pendek tanpa verifikasi.
Kasus serupa pernah terjadi dengan tren "Winda Can Botol Parfum" atau "Botol Coca Cola Viral", yang ternyata hoax untuk tingkatkan view.
Klik link semacam ini bisa langgar UU ITE jika berujung penipuan, plus ancaman pencurian akun TikTok atau X.
Respons Netizen dan Saran Aman
Netizen ramai cari link di X dan TikTok, tapi mayoritas kecewa karena hanya dapat konten kosong atau iklan. Beberapa komentar sindir: "Cuma jebakan FOMO doang."
Untuk aman, hindari klik link mencurigakan, laporkan konten spam ke platform, dan verifikasi info via sumber resmi. Tren ini tunjukkan betapa cepat hoaks nyebar di era algoritma.

