Lonjakan 10% Harga Emas Global Januari 2026: Proyeksi USD 10.000 di 2030
Harga emas global memang mengalami lonjakan signifikan di Januari 2026, mencapai sekitar US$4.979 per ons saat ini, dengan peningkatan harian hingga 1,35%. Proyeksi mencapai US$10.000 per ons pada 2030 telah disebut oleh ekonom seperti Dr. Hans Kwee, didorong oleh ketidakpastian ekonomi, geopolitik, dan pembelian agresif bank sentral. Namun, prediksi lain lebih konservatif, seperti US$7.000 oleh analis atau US$4.178 oleh Traders Union.
Lonjakan Januari 2026
Harga emas spot kini berada di level tertinggi sepanjang masa, naik dari rekor US$4.500 akhir 2025 yang sudah melonjak 71% setahun penuh. Faktor pendorong termasuk suku bunga AS yang rendah, defisit fiskal global, dan alokasi emas rendah oleh investor institusi yang masih memberi ruang naik. Target tahun ini saja disebut hingga US$5.400 per ons.
Proyeksi US$10.000 di 2030
Ekonom Hans Kwee memprediksi emas tembus US$10.000 per troy ons pada 2030 (setara Rp168 juta dengan kurs Rp16.838), akibat transformasi moneter dunia ke emas dan potensi inflasi 4% di negara maju. Bank-bank sentral seperti Bank of America dan Goldman Sachs juga proyeksikan kenaikan 20% tahunan, meski lonjakan ini bertahap dari akumulasi sentimen global.
|
Sumber |
Prediksi 2030 (US$/ons) |
Catatan |
|
Hans Kwee |
10.000 |
Didorong geopolitik dan defisit fiskal. |
|
Analis Bareksa |
7.000 |
Inflasi jangka panjang naik ke 4%. |
|
Traders Union |
4.178 |
Proyeksi konservatif akhir 2030. |
|
Binance Square |
5.000 |
Bullish tapi lebih rendah dari US$10K. |

