Ramalan Harga Perak 2026-2030: Bisa Rp1,6 Juta per Ons di Indonesia
Tren Harga Terkini
Harga perak saat ini sudah mencapai USD96,45 per troy ons per 22 Januari 2026, setara sekitar Rp1,6 juta dengan kurs Rp16.728/USD.
Ini menandakan momentum bullish yang dimulai sejak akhir 2025, di mana perak mengungguli emas dalam beberapa bulan terakhir berkat aplikasi industri.
Di Indonesia, harga fisik perak Antam atau lokal sering kali lebih tinggi 10-20% karena premi toko dan pajak PPh 22 sebesar 0,45% untuk investasi.
Proyeksi Lengkap 2026-2030
Berikut estimasi harga perak dalam USD per troy ons dan konversi Rupiah (dengan asumsi kurs stabil Rp16.500-17.000/USD; fluktuasi kurs bisa mengubah ini secara signifikan):
|
Tahun |
Proyeksi Rendah (USD) |
Proyeksi Tinggi (USD) |
Estimasi Rupiah (Rendah) |
Estimasi Rupiah (Tinggi) |
|
2026 |
30-35 |
49-90 |
Rp500.000 - Rp600.000 |
Rp800.000 - Rp1,5 jt |
|
2027 |
35-40 |
70-85 |
Rp580.000 - Rp680.000 |
Rp1,2 jt - Rp1,45 jt |
|
2028 |
40-45 |
85-96 |
Rp660.000 - Rp765.000 |
Rp1,45 jt - Rp1,63 jt |
|
2029 |
45-50 |
90-100 |
Rp740.000 - Rp850.000 |
Rp1,5 jt - Rp1,7 jt |
|
2030 |
50-60 |
97-120 |
Rp825.000 - Rp1 jt |
Rp1,6 jt - Rp2 jt |
Harga per Gram dan Kilogram
Untuk kemudahan investasi lokal (perak batangan sering dijual per gram/kg):
2026: Rp16.000-27.000/gram atau Rp16-27 jt/kg.
2030: Rp26.000-53.000/gram atau Rp26-53 jt/kg.
Harga per gram di Pegadaian atau Butik Antam bisa lebih tinggi karena biaya cetak dan distribusi.
Faktor Pendorong Kenaikan
Permintaan Industri (70% total demand): Perak krusial untuk panel surya (solar PV), mobil listrik, 5G, dan semikonduktor; defisit pasokan diprediksi 500-800 juta ons hingga 2030.
Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi: Sebagai aset safe-haven, perak diuntungkan oleh kebijakan moneter longgar dan gejolak geopolitik.
Transisi Energi Hijau: Permintaan solar panel global naik 25% tahunan, dorong harga hingga USD100+.
Faktor Lokal Indonesia: Kenaikan IHSG dan minat investasi komoditas; bansos dan subsidi energi tidak langsung pengaruhi daya beli investor ritel.
Risiko dan Tantangan
Penurunan permintaan industri jika resesi global terjadi.
Fluktuasi rupiah: Jika melemah ke Rp18.000/USD, harga lokal bisa melonjak lebih cepat.
Koreksi harga jangka pendek karena profit-taking, seperti yang terlihat akhir 2025.
Strategi Investasi untuk Investor Indonesia
Beli Fisik: Antam atau UBS via Pegadaian/Butik Emas; simpan di brankas untuk hindari biaya storage.
ETF/Platform Digital: Pintu Academy atau Indodax untuk perak spot tanpa fisik; lebih likuid.
Diversifikasi: Alokasikan 10-20% portofolio ke perak, sisanya emas/saham IHSG.
Timing: Beli saat dip USD80-90 (Rp1,3-1,5 jt); jual di puncak 2030.
Pantau update harian via Trading Economics atau CNBC Indonesia untuk keputusan tepat waktu.

