Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Ini Profil Thomas Djiwandono
Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Istana telah mengonfirmasi usulan ini melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dengan Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden ke DPR RI yang memuat setidaknya tiga nama kandidat, termasuk Thomas, untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
Latar Belakang Pencalonan
Pengusulan Thomas bermula dari kekosongan jabatan Deputi Gubernur BI akibat pengunduran diri Juda Agung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung pencalonan ini, menilai Thomas memiliki pengalaman dan kapasitas untuk memperkuat kebijakan moneter nasional. Komisi XI DPR, melalui Ketua Mukhamad Misbakhun, memverifikasi bahwa Thomas memenuhi syarat administratif, termasuk mundur dari kepengurusan Partai Gerindra sebagai Bendahara Umum.
Profil Karier
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono serta Titik Soeharto, menjadikannya keponakan Presiden Prabowo Subianto. Karier profesionalnya mencakup Direktur Pengembangan Bisnis di Hexindo Internasional (2004-2008), Deputi (2008-2009), dan CEO hingga 2024, serta Deputi Arsari Group sejak 2011. Sejak 2008, ia menjabat Bendahara Umum Gerindra hingga mundur untuk jabatan Wamenkeu pada 18 Juli 2024 di era Presiden Joko Widodo, dan dilantik kembali pada 21 Oktober 2024 di Kabinet Merah Putih.
Kontroversi dan Respons
Beberapa pihak khawatir pencalonan Thomas berpotensi memicu kegelisahan pasar terkait independensi BI karena latar belakang politik dan kekerabatannya dengan presiden. Meski demikian, proses fit and proper test di DPR akan menentukan kelanjutannya, dengan dukungan dari kalangan pemerintah.

