Mengapa Saham Turun Drastis? Faktor Geopolitik dan Strategi Take Profit
Penurunan drastis saham, khususnya IHSG di awal 2026, dipicu oleh aksi profit taking investor, tekanan sektor energi, dan ketegangan geopolitik global. Faktor geopolitik seperti konflik AS-Iran, AS-Venezuela, serta sentimen risk-off dari kebijakan Trump memperburuk sentimen pasar. Strategi take profit membantu mengamankan keuntungan di tengah volatilitas ini.
Penyebab Utama Penurunan
Aksi ambil untung agresif investor setelah kenaikan sebelumnya menyebabkan koreksi tajam, terutama di saham seperti BUMI dan Grup Astra. Tekanan eksternal termasuk defisit APBN melebar, pelemahan rupiah, dan cabut izin usaha kehutanan akibat banjir Sumatra juga berkontribusi. Sektor energi paling terdampak karena fluktuasi komoditas dan sentimen global.
Faktor Geopolitik
Ketegangan AS-Iran dan AS-Venezuela memicu kekhawatiran supply shock energi, mendorong investor keluar dari aset berisiko seperti saham emerging market. Ancaman tarif perdagangan Trump serta inflasi AS menambah ketidakpastian, mempengaruhi IHSG melalui aliran modal asing yang fluktuatif. Risiko ini membuat pasar Indonesia sensitif terhadap peristiwa global.
Strategi Take Profit
Gunakan partial profit taking: jual sebagian saham untuk kunci untung, pertahankan sisanya jika tren masih positif. Terapkan trailing stop untuk batas stop loss yang ikut naik dengan harga, hindari kerugian saat pembalikan. Sell on strength saat harga naik tajam, kombinasikan dengan level resistance dan stop loss untuk manajemen risiko optimal.

