Saham BKSL Sentul City: Dari Gocap ke Puncak, Intip Risiko & Peluang Investasi

Saham BKSL Sentul City: Dari Gocap ke Puncak, Intip Risiko & Peluang Investasi
Saham PT Sentul City Tbk (BKSL), pengembang kawasan Sentul City di Bogor, menunjukkan perjalanan dramatis dari harga gocap rendah hingga kenaikan signifikan baru-baru ini, mencerminkan minat investor di sektor properti Indonesia. Performa ini menarik perhatian karena potensi rebound di 2026, meski disertai risiko tinggi akibat kinerja keuangan yang fluktuatif.

Performa Harga Terkini

Saham BKSL Sentul City: Dari Gocap ke Puncak, Intip Risiko & Peluang Investasi
(Foto Saham BKSL dari Google Finansial)
Harga saham BKSL baru-baru ini berfluktuasi antara Rp128 hingga Rp157 per saham pada Januari 2026, dengan penutupan sekitar Rp145-Rp151 dan volume perdagangan mencapai miliaran rupiah. Market cap melonjak dari 8,39T pada 2023 menjadi 25,66T pada 19 Januari 2026, naik 10,07% harian dan 194,87% tahunan, didorong spekulasi seperti potensi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

Sejarah dari Gocap ke Puncak

BKSL pernah dianggap saham "gocap" dengan harga Rp71 pada 2017 sebelum melonjak hingga Rp230 berkat right issue dan akuisisi lahan, diikuti warrant BKSL-W hingga 2020. Pada 2025-2026, saham ini rebound dari Rp128 setelah koreksi dari Rp193, dengan kenaikan YTD 90%+ dan return 1-tahun hingga 150,85%, meski sempat rugi operasional.

Peluang Investasi

Analis merekomendasikan "buy on weakness" dengan target Rp145-154 (konservatif) hingga Rp250, didukung prospek kota mandiri terintegrasi dan momentum teknikal positif. Potensi cuan mencapai 140-500% disebut sekuritas, terutama jika kinerja aset dan pendapatan terus naik seperti pada 2017-2018.

Risiko Utama

Risiko tinggi termasuk PE ratio 152,75 (valuasi mahal), EPS negatif -Rp3,40, ROE rendah, dan ketergantungan pada sentimen pasar seperti pengaruh Danantara. Koreksi tajam sebelumnya dan profitabilitas lemah bisa picu volatilitas lebih lanjut di tengah tekanan sektor properti.

Next Post Previous Post