Mensesneg Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet Merah Putih dalam Waktu Dekat

 

Mensesneg Pastikan Tak Ada Reshuffle Kabinet Merah Putih dalam Waktu Dekat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi secara tegas menyatakan bahwa tidak ada rencana reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat, termasuk hingga akhir Januari 2026 ini. Pernyataan ini disampaikan pada 28 Januari 2026 di Jakarta, tepat setelah isu perombakan kabinet kembali mencuat di kalangan politik dan media. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada pembahasan internal di Istana mengenai hal tersebut, sehingga spekulasi publik dianggap prematur.

Konteks Pernyataan Terbaru

Pernyataan Mensesneg ini merespons rumor yang beredar luas belakangan ini, di mana sejumlah nama menteri disebut-sebut berpotensi diganti akibat performa atau dinamika politik koalisi. Prasetyo Hadi menekankan prioritas pemerintah saat ini adalah menangani agenda nasional lintas sektor, seperti ekonomi, infrastruktur, dan reformasi birokrasi, bukan berganti-ganti kabinet. Ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto belum menyinggung topik reshuffle dalam rapat-rapat terdekat, sehingga situasi kabinet dinilai stabil.

Sejarah Isu Reshuffle

Isu serupa telah muncul berulang kali sejak Kabinet Merah Putih dilantik. Pada Juni 2025, Prasetyo sudah membantah adanya rencana perombakan, dengan alasan pemerintah baru berusia kurang dari setahun dan perlu waktu adaptasi. Demikian pula pada 19 Januari 2026, ia tegaskan tak ada agenda reshuffle sambil membahas isu lain seperti e-voting dan revisi UU Pilkada. Bahkan Menteri Luar Negeri Sugiono pada 26 Januari 2026 menyatakan belum mendengar apapun soal isu tersebut.

Perubahan yang Sudah Terjadi

Meski reshuffle besar belum direncanakan, ada satu pergerakan jabatan terkini: Thomas Djiwandono, mantan Wakil Menteri Keuangan, resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia setelah lolos uji kelayakan di DPR RI. Posisi Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkannya kini kosong, tapi pengisiannya masih dalam proses seleksi tanpa kaitan dengan reshuffle massal. Ini menunjukkan penyesuaian kabinet dilakukan secara bertahap dan selektif, bukan perombakan komprehensif.

Implikasi Politik

Ketiadaan reshuffle dalam waktu dekat bisa menenangkan koalisi pendukung pemerintah, tapi juga memicu spekulasi soal evaluasi kinerja menteri di tengah tantangan ekonomi 2026. Beberapa analis memprediksi reshuffle mungkin baru dibahas menjelang pertengahan tahun, tergantung hasil pencapaian program prioritas seperti ketahanan pangan dan transisi energi. Namun, berdasarkan pernyataan resmi, kabinet saat ini dipastikan "masih aman" untuk menjalankan tugas.

Next Post Previous Post