Pembukaan IHSG 21 Januari 2026: Turun 0,51% ke 9.088 Poin

Pembukaan IHSG 21 Januari 2026: Turun 0,51% ke 9.088 Poin
(Foto IHSG dari Google Finansial)
IHSG mengalami penurunan pada pembukaan perdagangan hari ini, 21 Januari 2026, turun 0,51% ke level 9.088 poin, mencerminkan sentimen bearish di pasar saham Indonesia. Penurunan ini terjadi di tengah volatilitas yang dipengaruhi faktor domestik dan global, termasuk pelemahan rupiah serta ketidakpastian kebijakan moneter dari Bank Indonesia yang berupaya menjaga stabilitas nilai tukar di kisaran Rp15.800-16.000 per dolar AS.

Performa Terkini IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di 9.094,43 poin dengan penurunan 0,39% dari penutupan sebelumnya di 9.134,70 poin. Level terendah hari ini mencapai 9.062,88 poin, sementara tertinggi 9.104,49 poin, menunjukkan fluktuasi intraday yang cukup signifikan. Secara year-to-date, IHSG telah mencatat kinerja positif dengan kenaikan sekitar 8-10% sejak awal 2026, didorong oleh sektor keuangan dan komoditas, meski hari ini tertekan oleh aksi jual investor asing.

Faktor Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh stabil di kisaran 5% YoY, didukung oleh ekspor komoditas seperti nikel dan batubara yang masih kuat meski harga global fluktuatif.[conversation_history] Kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo melanjutkan stimulus fiskal, termasuk program makan gratis dan infrastruktur, yang diharapkan mendongkrak konsumsi domestik dan mendukung IHSG jangka panjang. Namun, inflasi rendah di 2,5-3% dan suku bunga BI Rate 6% menciptakan tekanan pada likuiditas pasar saham.

Dampak Sektor Utama

Sektor perbankan seperti BBCA dan BMRI cenderung melemah hari ini, berkontribusi pada penurunan IHSG, sementara saham komoditas seperti ANTM dan TINS menunjukkan ketahanan berkat permintaan global. Investor ritel Indonesia, yang aktif via aplikasi seperti Ajaib dan Stockbit, disarankan monitor support di 9.000 poin untuk potensi rebound. Secara keseluruhan, pasar Indonesia tetap atraktif untuk investasi jangka panjang dibandingkan ASEAN lainnya, dengan kapitalisasi pasar melebihi Rp15.000 triliun.

Next Post Previous Post