Pemerintah Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3%

 

Pemerintah Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3%

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), meski menghadapi tantangan penerimaan pajak yang kurang dari target. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin disiplin fiskal ini akan dipertahankan sepanjang 2025 dan 2026 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa membebani utang negara.

Proyeksi Defisit 2026

Ekonom memprediksi defisit APBN 2026 sekitar 2,68-2,75% dari PDB, dengan nilai Rp689-700 triliun, setelah revisi dari 2,48%. Proyeksi ini didukung peningkatan belanja prioritas Presiden Prabowo Subianto seperti kedaulatan pangan dan energi, sambil menjaga rasio utang aman. Ekonom seperti Josua Pardede dari Permata Bank dan Myrdal Gunarto dari Maybank optimistis target tercapai berkat iklim ekonomi kondusif.

Realisasi APBN 2025

Hingga akhir 2025, defisit APBN 2025 terjaga di bawah 3%, meski penerimaan pajak shortfall akibat perlambatan ekonomi. Per September 2025, defisit mencapai 1,56% PDB atau Rp371,5 triliun dari target 2,78%, dengan percepatan belanja dan koordinasi DPR. Purbaya menekankan kehati-hatian fiskal, termasuk pergeseran dana dari BI ke bank Himbara senilai Rp200 triliun.

Strategi Pengendalian

Pemerintah fokus percepatan belanja produktif, perbaikan iklim investasi, dan forum debottlenecking untuk urai hambatan usaha. Realisasi pajak hingga November 2025 hanya 74,6%, tapi defisit tetap aman dengan pengelolaan SAL Rp86 triliun. Langkah ini mencegah penurunan peringkat kredit dari Fitch dan Moody's, sambil kejar target pertumbuhan 6% pada 2026.

Next Post Previous Post