Pemerintah Siapkan Beras Satu Harga di Seluruh Indonesia Mulai 2026
Pemerintah Indonesia berencana menerapkan skema beras satu harga nasional mulai 2026 untuk menyamakan harga eceran tertinggi (HET) di seluruh wilayah, mirip dengan kebijakan BBM satu harga. Kebijakan ini dipimpin oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) guna menghapus disparitas harga, terutama di daerah terpencil seperti Indonesia Timur.
Pemerintah akan menanggung biaya transportasi distribusi beras ke luar Jawa, sehingga harga seragam di mana pun. Program ini fokus pada beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, bukan beras premium, dengan target harga keluar gudang Rp11.000 per kg.
Detail Implementasi
Bulog akan bangun 100 gudang baru untuk tingkatkan penyerapan gabah petani dan stok nasional.
Margin Bulog dinaikkan hingga 7% untuk dorong distribusi.
Alokasi SPHP beras 1,5 juta ton sepanjang 2026, berlanjut dari Januari ke Februari tanpa jeda.
Latar Belakang
Kebijakan ini menyusul swasembada beras 2025, dengan percepatan panen raya untuk jaga ketersediaan. Saat ini, HET beras dibagi tiga zona: Zona I (Jawa dll.), Zona II (Sumatera dll.), dan Zona III (Maluku-Papua).

