Pengumuman MSCI Bikin IHSG Terjun Bebas 6%! Apa yang Terjadi?

Pengumuman MSCI Bikin IHSG Terjun Bebas 6%! Apa yang Terjadi?

IHSG anjlok lebih dari 6% pada pembukaan perdagangan 28 Januari 2026 akibat pengumuman MSCI yang membekukan evaluasi indeks saham Indonesia mulai Februari 2026. Keputusan ini memicu aksi jual masif dari investor asing.

Kronologi Kejadian

MSCI merilis pengumuman pada 27 Januari 2026 malam, menyatakan pembekuan seluruh perubahan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), dan penambahan saham baru ke indeks IMI.

Langkah ini juga mencakup peniadaan migrasi saham dari Small Cap ke Standard untuk mengurangi risiko turnover dan investabilitas.

IHSG langsung rontok 6,53% menjadi 8.393,51 dari penutupan sebelumnya di 8.980,23.

Dampak Saham Utama

Saham BREN (Barito Renewable Energy) terperosok 17,46% ke Rp 8.100, sementara BBCA (Bank Central Asia) melemah 6% ke Rp 7.050.

Saham perbankan lain seperti BMRI turun 4,99%, dan indeks LQ45 ikut tertekan.

Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran pasar atas transparansi free float dan kepemilikan saham besar di Indonesia.

Alasan MSCI

MSCI memilih membekukan perubahan untuk memberi waktu otoritas pasar meningkatkan transparansi data kepemilikan dan free float.

Keputusan ini juga mengantisipasi reverse turnover pada review Mei 2026 akibat metodologi pembulatan free float yang lebih ketat.

Investor asing menarik dana karena khawatir bobot saham Indonesia di indeks MSCI terganggu.

Next Post Previous Post