Pengusaha Textile All-Out Dukung Pemerintah Geber Industri Lokal

Pengusaha Textile All-Out Dukung Pemerintah Geber Industri Lokal

Pengusaha tekstil di Indonesia menunjukkan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri lokal, khususnya dengan memberantas impor pakaian bekas (thrifting) ilegal. Langkah ini diharapkan melindungi pelaku usaha konveksi, garmen, dan tekstil dari persaingan tidak sehat yang menyebabkan PHK massal dan banyak pabrik gulung tikar. Asosiasi seperti AGTI dan APSyFI aktif berkolaborasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk transformasi pedagang thrifting ke produk lokal.

Dukungan Pengusaha

Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Asosiasi Pengusaha Benang, dan Ikatan Pengusaha Konveksi menyatakan apresiasi atas gebrakan pemerintah yang menekan peredaran barang impor ilegal. Mereka menilai kebijakan ini membuka peluang baru bagi UMKM tekstil untuk tumbuh, sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Pengusaha seperti Prama optimistis industri bisa bangkit kembali dengan komitmen Presiden Prabowo.

Dampak Impor Ilegal

Impor pakaian bekas merugikan rantai pasok tekstil nasional, termasuk ribuan pekerja yang ter-PHK dan penurunan daya saing produk lokal. Pemerintah mendorong solusi seperti daur ulang poliester dan peningkatan tarif impor untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang adil. Langkah ini selaras dengan visi Ekonomi Pancasila untuk meningkatkan daya saing dua kali lipat.

Langkah Kolaborasi

Pertemuan Menkeu Purbaya dengan pengusaha garmen membahas akses kredit bank dan roadshow ke daerah untuk konsolidasi. Meski ada tantangan seperti sulitnya pembiayaan dari Himbara, dukungan penuh dari DPR memperkuat momentum ini. Upaya ini diharapkan menjadikan industri tekstil sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

 

Next Post Previous Post