Penjualan LCGC Anjlok 27 Persen di 2025, Ini Penyebabnya

 

Penjualan LCGC Anjlok 27 Persen di 2025, Ini Penyebabnya

Penurunan penjualan LCGC 27 persen di 2025 terutama dipicu masalah pembiayaan (kredit lebih ketat karena NPL naik), daya beli segmen pembeli mobil pertama yang melemah, serta mulai terdesak mobil listrik murah dan model non‑LCGC yang lebih menarik.

Data penurunan LCGC 2025

Penjualan ritel LCGC 2025 sekitar 130.799 unit, turun sekitar 27 persen dari tahun sebelumnya sekitar 178.726 unit.

Wholesales (pabrik ke dealer) sekitar 122.686 unit, turun sekitar 30–31 persen dari 2024 yang mencapai sekitar 176.766 unit.

Penyebab utama penurunan

Kredit macet naik, leasing ketat: Rasio kredit bermasalah (NPL) di perusahaan pembiayaan naik, sehingga leasing lebih selektif menyetujui kredit, padahal mayoritas konsumen LCGC adalah pembeli mobil pertama yang sangat bergantung ke cicilan.

Daya beli melemah: Segmen LCGC disasar ke kelas menengah bawah; saat ekonomi ketat, kelompok ini menunda pembelian mobil baru dan memprioritaskan kebutuhan lain.

Kompetisi mobil listrik murah: Munculnya EV dengan harga makin terjangkau dan banyak promo menarik mengalihkan sebagian minat dari LCGC ke mobil listrik, terutama di kota besar.

Pasar mulai jenuh dan minim inovasi: Model LCGC relatif jarang pembaruan besar, sementara konsumen makin melirik fitur dan kenyamanan lebih tinggi di segmen non‑LCGC biasa atau crossover kecil.

Implikasinya ke depan

Pabrikan kemungkinan akan mengurangi fokus ke LCGC murni dan mengalihkan ke mobil non‑LCGC harga terjangkau atau EV entry level.

Skema pembiayaan yang lebih hati‑hati bisa membuat uang muka (DP) dan persyaratan kredit LCGC ke depan cenderung lebih ketat bagi pembeli mobil pertama.

Next Post Previous Post