Profil Saham PWON Pakuwon Jati: Kinerja Solid dan Prospek Cerah 2026

Profil Saham PWON Pakuwon Jati: Kinerja Solid dan Prospek Cerah 2026

PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) merupakan emiten properti terdepan di Indonesia yang didirikan pada 1982 di Surabaya, dengan portofolio utama mencakup pengembangan pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, hotel, dan kawasan hunian terpadu seperti Pakuwon City serta Mall Pakuwon Indah.

Perusahaan ini melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 1989, memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp17,3 triliun, jumlah saham beredar 16,4 miliar lembar, serta EPS terbaru Rp6 dengan PER 44 kali dan PBV 1,4 kali yang mencerminkan valuasi premium di sektor properti. 

Fundamental PWON sangat solid, ditunjukkan oleh net profit margin (NPM) di atas 29%, debt to equity ratio (DER) rendah hanya 0,32 kali, current ratio 2,7 kali, serta pertumbuhan laba bersih konsisten selama bertahun-tahun berkat diversifikasi bisnis yang stabil.

Kinerja Finansial Terkini

Pada 9M 2025, PWON berhasil mencatat pendapatan Rp5,12 triliun, naik 7% secara tahunan (YoY), sementara laba bersih melonjak 21% menjadi Rp1,57 triliun, terutama didorong oleh kinerja sektor ritel yang menyumbang hampir 80% dari recurring income stabil melalui sewa mal dan hotel. 

Marketing sales properti mencapai Rp903 miliar, dengan kontribusi signifikan dari penjualan apartemen seperti di proyek Eluna Apartemen Kota Kasablanka yang potensial mendorong total pendapatan hingga Rp7 triliun di akhir 2025. 

Di semester I-2025 saja, pendapatan sudah Rp2,9 triliun (naik 12% YoY) dan laba bersih Rp890 miliar (naik 18% YoY), menunjukkan momentum pemulihan pasca-pandemi yang kuat di lini ritel dan residensial.

Faktor Penggerak Positif

Profil Saham PWON Pakuwon Jati: Kinerja Solid dan Prospek Cerah 2026
(Foto Saham PWON dari Google Finansial)
Keunggulan PWON terletak pada aset properti premium di lokasi strategis seperti Surabaya dan Jakarta, dengan occupancy rate mal mencapai 95% dan yield sewa tinggi berkat tenant anchor seperti Transmart dan Uniqlo. 

Perusahaan juga giat ekspansi melalui akuisisi lahan baru dan joint venture, termasuk pengembangan mixed-use development yang mengintegrasikan ritel, hunian, dan komersial untuk memaksimalkan efisiensi lahan.

Dukungan dari pemilik mayoritas (PT Duta Pakuwon Investama) serta manajemen berpengalaman di bawah Adhyas Mahmud menjadi pondasi kuat, ditambah dividend payout ratio (DPR) historis di atas 30% yang menarik bagi investor dividen.

Prospek 2026 dan Rekomendasi Analis

Menuju 2026, prospek PWON sangat cerah dengan estimasi pendapatan Rp8-9 triliun dan laba bersih Rp2,09 triliun, didukung pertumbuhan ritel sebesar 10-15% YoY akibat peningkatan daya beli masyarakat urban, pemulihan sektor pariwisata untuk hotel, serta peluncuran proyek baru seperti fase lanjutan Pakuwon City dan ekspansi di Jawa Timur. 

JP Morgan menetapkan target harga Rp560 per saham (dari level saat ini sekitar Rp460) dengan rating overweight hingga akhir 2025, sementara 19 dari 21 analis merekomendasikan 'beli' berkat valuasi menarik dan ROE tinggi di atas 15%. 

Faktor makro seperti penurunan suku bunga BI, stimulus properti pemerintah, dan tren hybrid working yang dorong permintaan kantor fleksibel semakin memperkuat potensi capital gain hingga 20% dan yield dividen kompetitif. Risiko utama seperti fluktuasi suku bunga global dapat dimitigasi oleh profil utang rendah PWON.

Next Post Previous Post