Rekor Emas Baru USD 4.475: Investor Ramai Borong, Apa Pemicunya?
Harga emas dunia baru saja mencetak rekor tertinggi di kisaran USD 4.475 per ons, memicu antusiasme investor yang ramai-ramai memborong aset safe-haven ini.
Pemicu Utama Kenaikan
Ketidakpastian politik di AS, khususnya penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, mendorong investor beralih ke emas sebagai lindung nilai. Pemangkasan suku bunga Federal Reserve juga meningkatkan daya tarik emas karena sifatnya yang non-yielding, ditambah pelemahan dolar AS akibat defisit fiskal yang membesar.
Faktor Pendukung Lain
Bank sentral global terus memborong emas untuk diversifikasi dari dolar, meski laju pembelian mungkin melambat di 2026 karena harga tinggi. Gejolak geopolitik seperti ketegangan Timur Tengah, konflik Israel-Lebanon, dan perang Rusia-Ukraina semakin memperkuat permintaan.
Proyeksi ke Depan
Analis HSBC memproyeksikan emas bisa tembus USD 5.000 pada paruh pertama 2026, didorong momentum safe-haven dan kelemahan dolar, meski volatilitas tetap tinggi. Harga domestik Indonesia pun ikut melonjak, berpotensi ke Rp 3,1 juta per gram.

